Connect with us

Hukum

Diduga Gegara Tak Bisa Beli Buku, Anak SD di NTT Bunuh Diri Jadi Perhatian Pemerintah

Diterbitkan

pada

Diduga Gegara Tak Bisa Beli Buku, Anak SD di NTT Bunuh Diri Jadi Perhatian Pemerintah

Surat yang ditulis dan ditinggalkan oleh YBS si anak yang bunuh diri. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Belum lama ini viral, siswa SD NTT berinisial YBS berusian10 tahun ditemukan tewas gantung diri diduga hanya karena ibunya tidak punya uang Rp 10 ribu untuk beli buku dan pulpen.

Kasus ini pun menjadi viral dan mengetuk hati pemerintah, yaitu Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang turut merespons keras peristiwa memilukan yang menimpa seorang siswa sekolah dasar (SD) berinisial YBS di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga : Bom Bunuh Diri di Bandara Hang Nadim Batam Hoaks, Polda Keperi Buru Penyebar Berita Menyesatkan Itu

Cak Imin menginstruksikan aparat pemerintah setempat untuk bergerak cepat dan terbuka guna menuntaskan akar persoalan tersebut.

Kita sedang telusuri terus. Yang paling penting, aparat pemerintahan harus betul-betul responsif dan terbuka. Tidak boleh lagi ada saluran aspirasi masyarakat yang tersumbat,” ujar Cak Imin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Menanggapi hal itu, Cak Imin menegaskan bahwa kasus ini merupakan potret nyata adanya frustrasi sosial di tengah masyarakat yang harus segera dicarikan solusinya.

Advertisement

Jangan sampai beban-beban ekonomi warga tidak tersampaikan kepada pejabat atau tokoh masyarakat. Peristiwa yang sangat mengharukan ini tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.

Baca Juga : Kisah Hidup Kelam Presiden Lee Jae Myung : Sempat Ingin Bunuh Diri karena Miskin

Menko Muhaimin meminta masyarakat untuk mengedepankan budaya gotong royong dan berani melapor jika menghadapi kesulitan, terutama terkait biaya pendidikan dan kebutuhan dasar.

Kepada masyarakat, kalau ada masalah ekonomi, utang, atau urusan pendidikan seperti alat tulis, sampaikan kepada kami. Kami akan bertindak cepat. Negara harus hadir agar tidak ada lagi anak bangsa yang merasa sendirian menghadapi beban hidup,” tambah Cak Imin.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement