Home Hukum Pengadilan Tinggi Jakarta Kurangi Hukuman Djoko Tjandra

Pengadilan Tinggi Jakarta Kurangi Hukuman Djoko Tjandra

oleh Darto Darto

Foto: Istimewa

FAKTUALid – Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta mengurangi hukuman koruptor Djoko Tjandra menjadi tiga tahun enam bulan. Sebelumnya, PT Jakarta juga mengurangi hukuman jaksa Pinangki Sirna Malasari dari 10 tahun penjara menjadi 4 tahun penjara.

Di tingkat pertama, Djoko Tjandra divonis 4,5 tahun penjara karena menyuap Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo terkait pengurusan penghapusan DPO di Imigrasi serta memberi suap ke Pinangki Sirna Malasari selaku jaksa pada Kejagung berkaitan dengan upaya permohonan fatwa MA agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi jika pulang ke Indonesia.

“Menjatuhkan pidana oleh karenanya terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 3 (tiga) tahun dan 6 (enam) bulan dan pidana denda sebesar Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan,” demikian bunyi putusan banding yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Rabu (28/7/2021).

Duduk sebagai ketua majelis Muhamad Yusuf dengan anggota Haryono, Singgih Budi Prakoso, Rusydi, dan Renny Halida Ilham Malik. Alasan majelis meringankan hukuman adalah Djoko Tjandra telah menjalani pidana penjara pada kasus cessie Bank Bali dan telah menyerahkan uang ke negara sebesar Rp 546 miliar.

“Hal yang memberatkan terdakwa telah melakukan perbuatan tercela. Bermula dari adanya kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali yang berdasarkan putusan MA tanggal 20 Februari 2012 Nomor 100 PK/Pid.Sus/2009 juncto  putusan MA tanggal 11 Juni 2009 Nomor 12 PK/Pid.Sus/2009 Terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana ‘turut serta melakukan tindak pidana korupsi’ dan dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun. Bahwa perbuatan yang menjadi dakwaan dalam perkara ini dilakukan terdakwa untuk menghindar supaya tidak menjalani putusan Mahkamah Agung tersebut,” ucap majelis hakim.

Majelis tinggi yang mengadili Djoko Tjandra sebelumnya juga menyunat hukuman Pinangki dari 10 tahun penjara menjadi 4 tahun penjara. Jaksa menerima putusan tersebut dan tidak mengajukan kasasi. Padahal Pinangki sebagai aparat penegak hukum melakukan korupsi miliaran rupiah dan melakukan kejahatan pencucian uang.***

Tinggalkan Komentar