Connect with us

Hukum

Penanganan Kasus Kekerasan Seksual terhadap Perempuan agar Pahami Perspektif Korban

Avatar

Diterbitkan

pada

Foto: Istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Penanganan kasus kekerasan seksual yang dialami perempuan dibutuhkan waktu untuk memahami perspektif korban. Hal ini agar menjadi perhatian aparat penegak hukum dan pihak pendamping korban.

Hal itu dikatakan Komisioner Komnas Perempuan Imam Nahei dalam webinar nasional “Kekerasan Seksual di Kampus” yang dilaksanakan secara hybrid dan disiarkan langsung di kanal YouTube Suara Asa Khatulistiwa, dipantau dari Jakarta, Sabtu (4/12/2021).

“Terutama di kepolisian dan kejaksaan, saya kira perspektif perempuan korban kekerasan seksual menjadi pengetahuan yang harus mereka miliki,” ujar Imam Nahei.

Dengan pemahaman perspektif korban, tuturnya, kasus pelaporan balik ataupun situasi yang justru menyudutkan korban saat mengakui tindak kekerasan seksual yang dialaminya dapat dihindari.

Di samping itu, ujarnya, penanganan kasus kekerasan seksual, terutama terhadap perempuan di Indonesia sering mengalami kendala pada tahapan pembuktian. Hal tersebut disebabkan korban yang membutuhkan waktu lama untuk berani melapor sehingga sebagian besar bukti tidak lagi dapat dikumpulkan.

Advertisement

“Korban untuk angkat bicara itu rata-rata butuh waktu yang lama karena memperhatikan banyak hal, seperti aspek lingkungan dan hukum. Belum lagi kalau dia mengalami kekerasan yang lain, dia tidak berani bersuara dalam waktu cukup lama dan bukti-bukti kemungkinan sudah banyak hilang,” ucap Imam Nahei.

Dengan demikian, ujarnya, pemahaman perspektif korban juga menjadi salah satu jalan keluar untuk mengupayakan keadilan bagi mereka.

Untuk mengoptimalkan pemahaman terhadap perspektif perempuan korban kekerasan seksual, menurut Imam Nahei, Komnas Perempuan sebenarnya telah melakukan berbagai pelatihan, baik kepada aparat penegak hukum maupun perguruan tinggi.

Namun, ujarnya, upaya tersebut juga harus dikuatkan dengan dukungan dari seluruh elemen masyarakat untuk semakin mengedepankan perspektif perempuan korban kekerasan seksual.

Imam Nahei pun, seperti dikutip dari antaranews.com, berharap warga akademik dapat mengambil peran dalam menanamkan pemahaman tentang perspektif perempuan korban kekerasan seksual.

Advertisement

“Kami juga berharap kawan-kawan di kampus terus memberikan perspektif korban itu,” tutur Imam Nahei.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement