Home Hukum Mall di Ambon Milik Tersangka Teddy Tjokrosaputro Disita Kejagung

Mall di Ambon Milik Tersangka Teddy Tjokrosaputro Disita Kejagung

oleh Darto Darto

Foto: Istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Gedung pertokoan modern atau malldi Ambon, Maluku, milik tersangka Teddy Tjokrosaputro disita Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung).

Penyitaan aset tersebut terkait dugaan tindak pidana korupsi di PT Asabri.

Hal itu dikatakan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, Kamis (4/11/2021).

Secara rinci dijelaskan bahwa aset itu berupa tiga bidang tanah dan bangunan dengan jumlah luas seluruhnya 60.000 M2.

“Penyitaan tiga bidang tanah dan atau bangunan tersebut telah mendapatkan penetapan Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Ambon yang pada pokoknya memberikan ijin kepada Penyidik dari Kejaksaan Agung untuk melakukan penyitaan terhadap tanah dan atau bangunan di Kota Ambon,” ucapnya.

Ketiga bidang tanah itu berdasarkan kepemilikan atas nama PT. Bliss Retailindo Utama di Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. Semua bidang tanah tersebut memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) No. 0565 dengan luas tanah 25.000 meter persegi, No. 0566 dengan 20.000 meter persegi, dan No. 0567 dengan luas 15.000 meter persegi.

“Di atas tiga bidang tanah tersebut, berdiri sebuah bangunan permanen yaitu Mall Ambon City Centre,” kata Leonard.

Terhadap aset-aset para tersangka yang telah disita tersebut, selanjutnya akan dilakukan penaksiran atau taksasi oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Hal itu dilakukan guna diperhitungkan sebagai penyelamatan kerugian keuangan negara didalam proses selanjutnya.

Penyitaan aset terkait Teddy Tjokrosaputro dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi PT ASABRI, seperti dikutip dari rri.co.id, juga telah dilakukan sebelumnya oleh Korps Adhyaksa. Penyitaan dilakukan atas rumah milik tersangka Teddy Tjokrosaputro, seluas 500 m² di wilayah Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara.

“Rumah yang ditinggalin TT sama keluarganya, tapi istri sama anaknya sudah pindah karena rumahnya banyak,” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Supardi kepada RRI, Kamis (14/10/2021).

Penyidik juga melakukan penyitaan terhadap tanah di Sumbawa, villa di Bali dan Mall di Tanjung Pinang milik tersangka Teddy Tjokrosaputro. Seluruhnya masih dalam proses penghitungan nilai untuk pengembalian kerugian negara.

Selain itu, penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menyita sejumlah bidang tanah dari hasil korupsi PT Asabri atas nama Teddy Tjokrosaputro, pada pekan lalu.

“Ada aset yang sedang kami sita berupa tanah di Banten, itu masih milik tersangka Teddy Tjokro ya,” tuturnya, Selasa (5/10/2021).

Teddy adalah adik dari terdakwa kasus Asabri Benny Tjokrosaputro. Penyidik telah menetapkan Teddy sebagai salah satu tersagka perkara tersebut. Supardi juga mengatakan bahwa pihaknya bakal menyita kantor pusat PT Rimo Internasional milik tersangka Teddy Tjokrosaputro.

Pasalnya, Supardi menduga kantor itu didirikan dari hasil korupsi PT Asabri oleh tersangka Teddy Tjokrosaputro.

“Nanti akan kita sita, tunggu saja,” katanya.

Dua unit vila mewah milik tersangka korupsi PT Asabri Teddy Tjokrosaputro di wilayah Gianyar, Bali juga telah disita. Kedua vila tersebut memiliki luas masing-masing 494 meter persegi dan 1.400 meter persegi atas nama tersangka Presiden Direktur PT Rimo Lestari Internasional Teddy Tjokrosaputro.

“Vila itu kepemilikannya atas nama Teddy Tjokro ya,” ucapnya.

Penyidik menduga, bahwa tersangka adik kandung Benny Tjokrosaputro tersebut membeli kedua vila itu menggunakan uang hasil korupsi PT Asabri. Pasalnya, kata Supardi, setelah ditelusuri oleh tim penyidik Kejagung, tersangka Teddy Tjokrosaputro membeli kedua vila itu sama dengan periode terjadinya kasus korupsi PT Asabri.

“Periodenya sama, jadi kami disita vila itu,” ucapnya.***