Connect with us

Hukum

Kerugian Negara akibat Tipikor Dikembalikan KPK ke Negara sebesar Rp179,390 Miliar

Avatar

Diterbitkan

pada

Jubir KPK Ali Fikri (Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Kerugian negara akibat tindak pidana korupsi (tipikor) dikembalikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke negara sebesar Rp179,390 miliar.

Jumlah tersebut merupakan hasil rampasan dari koruptor sepanjang Januari hingga Maret 2022.

Ada kenaikan cukup signifikan pada tahun ini dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai angka Rp71,134 miliar.

“Terbaru, sepanjang periode Januari – Maret 2022, KPK berhasil mengembalikan asset hasil tindak pidana korupsi mencapai Rp Rp179,390 miliar. Angka tersebut naik 157% dibanding periode yang sama pada tahun 2021, yang mencapai Rp71,134 miliar,” kata Plt juru bicara KPK Ali Fikri, Jumat (10/6/2022).

Peningkatan pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi ke negara tersebut, tuturnya, sejalan dengan salah satu strategi penindakan KPK.

Advertisement

Strategi penindakan KPK saat ini, tuturnya, bukan hanya untuk memberikan efek jera kepada pelaku korupsi, tapi juga mengoptimalkan pengembalian keuangan negara.

“Dengan begitu, asset recovery KPK menyokong penerimaan kas negara untuk pembiayaan pembangunan nasional,” tutur Ali.

Terdapat tiga strategi pendekatan, ujarnya, yang dilakukan KPK dalam beberapa waktu belakangan ini. Trisula strategi pemberantasan korupsi tersebut yakni melalui pendekatan upaya edukasi dan peran serta masyarakat, perbaikan sistem tata kelola, serta penegakkan hukum tidak pidana korupsi.

“Tiga pendekatan pemberantasan korupsi itu diharapkan memberikan dampak yang konkret, untuk menumbuhkan kesadaran dan budaya antikorupsi di masyarakat, menutup celah-celah rawan korupsi dalam sistem tata kelola, serta efek jera bagi para pelaku dan pemulihan kerugian keuangan negara melalui penanganan perkara korupsi,” ucapnya.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement