Home Hukum Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja, Tiga Mantan Anggota DPRD Mimika Diperiksa KPK

Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja, Tiga Mantan Anggota DPRD Mimika Diperiksa KPK

oleh Darto Darto

Foto: Istimewa

FAKTUAL-INDONESIA: Tiga mantan anggota DPRD Mimika, Papua, diperiksa sebagai saksi oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (17/9/2021).

Mereka diperiksa dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi Pelaksanaan dalam pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 Tahun Anggaran 2015 di Kabupaten Mimika.

Plt juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan, ketiga orang tersebut yaitu eks anggota DPRD Mimika periode 2014-2019.

“Pemeriksaan dilakukan di Mapolres Mimika,” kata Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Jumat (17/9/2021).

Ali mengatakan, tiga orang mantan anggora DPRD Mimika itu yakni Eltinus Mom, Karel Gwinangge, dan Sony Henok. Lembaga Antikorupsi berharap dapat informasi baru dari tiga orang itu.

Dugaan korupsi proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 tahap satu tahun anggaran (TA) 2015 di Kabupaten Mimika, Papua ini sudah masuk di tahap penyidikan. Proyek gereja itu ditaksir memakan biaya sekitar Rp160 miliar.

Diberitakan sebelumnya, KPK membenarkan tengah melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap I Tahun Anggaran 2015 di Mimika, Papua.

“Bahwa benar saat ini KPK sedang melakukan penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32,” ujar Ali, Rabu (4/11/2020) lalu.

Tim penyidik, tuturnya, saat ini tengah mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan para saksi yang dianggap mengetahui kasus tersebut.

Namun begitu, Ali mengatakan KPK belum bisa mengungkap lebih detail mengenai pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

“Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka, karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan telah dilakukan,” ujarnya.

Ali berjanji akan membuka informasi terkait kasus ini lebih dalam saat terjadi upaya penangkapan paksa atau saat akan menahan para tersangka.

“Perkembangan berikutnya nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan semua,” kata Ali.***

Tinggalkan Komentar