Connect with us

Hukum

Momen Terakhir Sang Istri, Yasonna: “Kalau Kamu Pergi-pergi, Terus Saya Meninggal … “

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Prosesi pemakaman Elisye Widya Ketaren, istri Menkumham Yasonna Laolydi San Diego Hills

Prosesi pemakaman Elisye Widya Ketaren, istri Menkumham Yasonna Laolydi San Diego Hills

FAKTUALid – Meskipun berat namun Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Yasonna Laoly ikhlas melepas kepergian istrinya, Elisye Widya Ketaren. Dalam prosesi pemakaman di San Diego Hills Memorial Park kenangan bersama sang istri kembali muncul termasuk momen terakhir.

“(Ini) berat, tetapi kami percaya seperti yang dikatakan firman Tuhan bahwa barang siapa yang meninggal di dalam Kristus, akan ditempatkan bersama-sama Dia,” kata Yasonna.

Dia  mengenang momen-momen terakhir bersama mendiang istrinya Elisye Widya Ketaren, yang wafat Kamis (10/6/2021) dan telah dimakamkan di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat, Sabtu.

Elisye, kata Yasonna, kerap meminta untuk terus ditemani oleh Yasonna beserta anak-anaknya saat ia melanjutkan pengobatan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, setelah sempat menjalani kemoterapi selama 10 hari di Penang, Malaysia.

“Ketika dia (Elisye) mengatakan, kalau kamu pergi-pergi, terus saya meninggal, kamu tidak lihat (saya) lagi,” kata Yasonna mengenang salah satu percakapan terakhirnya dengan mendiang Elisye sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis Kementerian Hukum dan HAM RI yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Advertisement

Yasonna, kepada Elisye, sempat mengaku bahwa berat baginya jika ia tidak lagi bersama-sama mendiang istrinya.

“Saya katakan kepada dia, saya ini tangguh, bersepeda 50-100 kilometer saya bisa, menembak dengan jaran 600 meter juga saya mampu. (Namun) sangat berat sekali, satu malam saya tidak bersamanya,” ujar Yasonna.

Oleh karena itu, Yasonna beserta pihak keluarga memutuskan untuk melanjutkan pengobatan Elisye dari Penang ke Jakarta agar dapat lebih dekat dengan keluarga. Keputusan itu juga mengikuti saran dokter yang merawat Elisye.

“Dia perlu dukungan keluarga, berada di tengah-tengah keluarga, karena dukungan psikologis keluarga sangat penting,” tambah Yasonna.

Elisye sempat dirawat selama 41 hari di RS Medistra sebelum menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 15.25 WIB, Kamis. Almarhum meninggalkan empat anak, dua menantu, dan enam cucu.

Advertisement

Dalam prosesi pemakaman Yasonna juga meminta pihak kerabat, kolega, dan sejawat untuk memaafkan jika ada kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat mendiang Elisye.

“Kalau ada seandainya di antara Bapak, Ibu ada kekhilafan dari istri saya, ada yang melukai hati Bapak, Ibu, semua mohon kiranya dimaafkan. Kami mohon untuk terus menguatkan kami dengan doa, untuk melalui masa-masa sulit. Terima kasih,” kata Yasonna ke para pelayat yang hadir di pemakaman.

Sebelum dimakamkan, jasad Elisye sempat disemayamkan di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, mulai Kamis sampai Sabtu. Di rumah duka, sejumlah pejabat publik, termasuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo datang dan mengucapkan belasungkawa secara langsung ke Yasonna dan keluarga.

Sementara itu, di pemakaman, pelayat yang hadir antara lain pimpinan tinggi madya dan pratama Kementerian Hukum dan HAM RI, serta Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *