Home Hukum Polisi Tangkap Dua Tersangka Kasus Meninggalnya Mahasiswa UNS

Polisi Tangkap Dua Tersangka Kasus Meninggalnya Mahasiswa UNS

oleh Uti Farinzi

 

Markas Menwa UNS yang ditempeli poster dan spanduk. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Setelah menetapkan dua tersangka dalam kasus meninggalnya mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo , Gilang Endi Saputra,  polisi melakukan penangkapan terhadap dua tersangka berinisial NFM (22) dan FPJ (22) di Kampus UNS, Jebres Solo.

“Selanjutnya pada pukul 14.10 WIB,  pascapenetapan tersangka, penyidik telah melakukan upaya paksa penangkapan dua tersangka di kawasan Jebres Solo,” jelas Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak kepada wartawan di Mapolresta Solo, Jumat (5/11/2021).

Menurut Ade, saat dilakukan penangkapan tidak ada perlawanan dari kedua tersangka. Sampai saat ini proses penyidikan masih terus berlanjut dan tidak tertutup kemungkinan bertambahnya jumlah tersangka dalam kasus meninggalnya Gilang saat mengikuti Diklatsar Menwa UNS, Minggu (24/10/2021) lalu.

“Dan kami tetap memegang pada prinsip asas praduga tak bersalah,” katanya.

Kedua tersangka sampai saat ini masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Mapolresta Solo. Keduanya juga kooperatif saat polisi menangkap mereka. Dalam kegiatan Diklatsar Menwa UNS tersebut, keduanya adalah panitia kegiatan.

Sebelumnya, Polresta Solo menetapkan dua orang tersangka setelah melakukan serangkaian kegiatan penyelidikan dan penyidikan.

Sejumlah barang bukti juga dilakukan penyitaan. Yakni satu buah helm yang digunakan oleh korban, satu buah baju PDL lengan panjang warna hijau, satu buah couple rem , satu buah tas ransel warna hijau.

“Satu buah replika senjata laras panjang dnegan berat 3.6 kilogram terbuat dari kayu dan logam. Dan penyitaan satu gulung tali karmantel warna coklat yang digunakan para saat kegiatan rapling di jembatan jurug. Termasuk kami juga penyitaan  11 helm, 11 senjata replika,  dua buah matras , satu kotak obat PPPK, satu megaphone, satu buah termogun,” jelasnya lagi.

Selain itu juga beberapa dokumen yang disita dari markas Menwa , dokumen elektronik yang saat ini sudah kirimkan di laboratorium forensik Polda Jawa Tengah  untuk dikaji dan dianalisa terkait tindak pidana yang terjadi.

Pada kesempatan yang sama, Direskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Djuhandani Rahardjo, mengatakan pihaknya akan mengawal penyidikan yang dilakukan Satreskrim Polresta Solo.

“Kami akan lakukan asistensi dan perkembangan akan jadi tanggungjawab memberikan bimbingan teknis dan bantuan teknis lainnya.  Kami juga yakinkan Polri dalam melakukan penyelidikan, penyidikan profesional ,transparan dan akuntabel,” pungkasnya. ***