Connect with us

Hukum

Seminar Nasional Pemberantasan Korupsi, BPI KPNPA RI Usulkan Wisata Koruptor Demi Ciptakan Efek Jera

Avatar

Diterbitkan

pada

Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), TB Rahmad Sukendar S Sos SH (baju merah) berfoto bersama nara sumber. (Foto: Bambang)

FAKTUAL-INDONESIA: Korupsi di Indonesia terus meningkat karena belum adanya hukuman yang dapat membuat efek jera terhadap koruptor yang membuat kesengsaraan kepada rakyat Indonesia.

Penilaian tersebut disampaikan Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), TB Rahmad Sukendar S Sos SH, ditemui di Seminar Nasional Pemberantasan Korupsi bertajuk ‘Titik Balik dan Semangat Baru Dalam Perlawanan Praktik-praktik Korupsi’, Rabu (17/5/2023), di Hotel Menara Penisula, Jakarta.

“Tidak adanya hukuman yang membuat efek jera terhadap para pelaku tindak pidana korupsi, menyebabkan korupsi di Indonesia tidak turun-turun angkanya tapi malah naik jumlahnya. Kami dari BPI KPNPA RI punya usul Wisata Korupsi dimana para koruptor dipajang atau dipertontonkan ke publik, semisal di Monas, sambil menunggu proses hukum hingga putusan. Ini kami pandang akan membuat efek jera karena pelaku korupsi akan malu besar karena ditonton oleh masyarakat umum,” ucap Kang Tebe Rahmad, panggilan akrab TB Rahmad Sukendar.

Selain Wisata Korupsi, tambah Kang Tebe Rahmad, pelaku korupsi baiknya di tahan di sebuah pulau yang terpencil dan diawasi secara ketat. “Jangan seperti sekarang ditahan di LP Sukamiskin yang pengawasannya kendor dan kerap kali Ketua Lapasnya malah ditangkap dan berurusan dengan hukum, karena tertangkap memberikan perlakukan khusus kepada pelaku korusi yang sedang menjalani hukuman,” tutur TB Rahmad.

Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), TB Rahmad Sukendar S Sos SH. (Foto: Bambang)

BPI KPNPA RI menilai kwantitas korupsi di Indonesia malah makin merajalela, meski sudah banyak koruptor ditangkap dan dijebloskan dalam penjara. Namun hukuman bagi para koruptor belum memberikan efek jera, sehingga tertangkap satu muncul lagi koruptor lainnya dengan gelombang kerugian negara cukup fantastis yang terakhir Menkoinfo Johny G Plate dengan kerugian negara mencapai Rp 8 T lebih.

“Belum ada hukuman yang membuat efek jera terhadap koruptor. BPI KNPA RI menyerukan harus segera dipikirkan hukuman berat, seperti Wisata Koruptor untuk memberikan efek jera. Kami yakin Indonesia dapat menekan angka korupsi yang jumlahnya sangat fantastis dengan membuat efek jera kepada pelaku korupsi, ” seru TB Rahmad. “Jika tidak pemberantasan korupsi hanya sebatas slogan atau lip servis belaka,” imbuhnya.

Advertisement

Hadir sebagai nara sumber di Seminar Nasional yang diselenggarakan BPI KNPA RI dan didukung Pertamina Gas Negara, PT Timah, Tbk , Bank DKI, Waskita Karya (Persero) Tbk adalah Kombes Pol Bakti Heri Eka- Subdit 2 Tipikor Mabes Polri, Timur Malaka Keimas -Politisi PDIP Caleg DPR RI, Dedi Suawardi- Irmud Pengawasan Jamintel Jaksa Agung dan DR Maria Situmorang- praktiksi hukum. Hadir pula para praktisi hukum, pemerhati korupsi, jajaran POLDA Metro Jaya , mahasiswa/mahasiswi dan jurnalis. ****

Lanjutkan Membaca
Advertisement