Connect with us

Hukum

Dihadiri Penggugat dan Tergugat, PN Cikarang Gelar Sidang Lapangan Sengketa Lahan di Desa Cijengkol Kabupaten Bekasi

Avatar

Diterbitkan

pada

Ketua Majelis Hakim PN Cikarang Candra Ramadhani, SH., MH (baju kota-kotak hitam) ketika memimpin Sidang Lapangan Sengketa Lahan di Desa Cijengkol Setu Kabupaten Bekasi. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA: Sidang sengketa lahan antara PT. Mitragama Inti Perkasa dengan PT. Azzura Griya Utama bergeser dari gedung pengadilan ke lahan sengketa di Desa Cijengkol Setu Bekasi. Persidangan ini digelar majelis hakim Pengadilan Negeri Cikarang sebagai pemeriksaan setempat, terkait dengan gugatan PT. Mitragama Inti Perkasa terhadap PT Azzura Griya Utama tentang lahan sekitar 3000m2 yang diklaim sebagai milik PT. Mitragama, namun diduduki dan bahkan dibangun sebagai bagian dari Perumahan Sabrina Azzura 2 oleh PT Azzura Griya Utama selaku tergugat.

Dalam keterangannya dihadapan para pihak dan saksi-saksi, Majelis hakim yang diketuai Candra Ramadhani, SH., MH, tiba di lokasi pada Jumat  (22/7/2022) pagi, menegaskan di sini  tidak sedang mencari siapa yang benar atau siapa yang salah, “Sidang hari ini kami lakukan untuk memastikan keberadaan lahan yang menjadi objek sengketa. Agar tidak sia-sia sidang panjang lebar di pengadilan tapi obyek sengketanya belum pasti,” kata Candra sambil mengkonfirmasi denah lahan dan batas-batasnya menurut versi masing-masing pihak Penggugat dan Tergugat. Meski Kuasa Azzura menyatakan bahwa objek sengketa tidak sama dengan apa yang dipetakan Penggugat, namun Tergugat III yakni Bonah justru menegaskan bahwa lahan yang diklaim Penggugat adalah benar dan sesuai dengan lahan yang sudah dijualnya kepada Penggugat yaitu PT. Mitragama.

PT Mitragama Intiperkasa selaku penggugat mengklaim lahan tersebut adalah miliknya berdasarkan perolehan dari Bonah tahun 2012 berdasarkan Surat Pelepasan Hak, Letter C.13 Persil 026 merupakan bagian dari ijin lokasi yang diterbitkan Bupati Bekasi No. 591/Kep.01-BPPT/2012 tanggal 19 Januari 2012 tentang Izin Lokasi untuk Keperluan Pembangunan Perumahan terletak di Desa Cijengkol, Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi seluas 420.000 meter persegi. Izin lokasi atas nama PT Mitragama Intiperkasa yang berkedudukan di Jl. Raya Jendral R. Suprapto, Desa Cijengkol, Kecamatan Setu

“Kami sudah melakukan pembebasan secara tertib, taat asas sesuai aturan dengan melakukan pelepasan hak secara parsial berdasarkan data kepemilikan warga atas dasar kesepakatan,” ujar Diki Herdiana, SH dari Kantor Hukum tstp Advocates-Legal Consultants selaku kuasa hukum PT Mitragama Intiperkasa.

Lebih lanjut Diki Herdiana SH menjelaskan, seharusnya dengan akal sehat, sengketa ini tidak perlu terjadi karena tanah milik yang dibebaskan kliennya dan sekarang menjadi objek sengketa dalam perkara ini jelas berasal dari C.13 Persil 026 semula luasnya 4200m2 tetapi sebelumnya telah dijual sekitar 750M2 kepada orang lain dan sudah sertifikat. Itu tadi jalan masuk ke lokasi sengketa.

Advertisement

“Kita justru heran, lahan yang diklaim Tergugat I dan II ini adalah Letter C.17 Persil 23 luas 11.000M2 dan letak persil 23 itu jelas berada di RT.02 dan persil 026 ada di RT.01. Dari dulu belum ada perubahan maupun pemekaran Rukun Tetangga di daerah ini,”terang Diki.

Dari pantauan di lapangan, terlihat adanya unit bangunan sekitar 50 an unit rumah dengan nama Perumahan Sabrina Azzura II, namun tidak dijelaskan siapa pengembangnya. Dari wawancara dengan orang setempat diperoleh informasi bahwa sampai saat ini belum ada pemilik unit yang mendapatkan sertifikat. Namun tidak dijelaskan apa alasannya. Dari surat gugatan yang ditujukan kepada Pengadilan, Penggugat menuntut agar objek sengketa dikosongkan dengan membongkar semua bangunan yang ada di atasnya tanah miliknya.****

Lanjutkan Membaca