Home Hukum Prihatin Kasus Emak Curi Susu Untuk Anaknya, PGN Siap Ganti Ratusan Kali Lipat

Prihatin Kasus Emak Curi Susu Untuk Anaknya, PGN Siap Ganti Ratusan Kali Lipat

oleh Akbar Surya

Ketua Umum PGN, Gus Iwan C Iskandar.

FAKTUALid – Kasus dua emak asal Malang yang berurusan dengan hukum di wilayah Blitar, gara-gara mencuri susu dan minyak kayu putih untuk anaknya, menyita banyak perhatian publik. Patriot Garuda Nusantara (PGN) bahkan memastikan siap mengganti puluhan dan bahkan hingga ratusan kali lipat susu dan minyak kayu putih yang telah diambil oleh kedua emak tersebut.

Menurut Ketua Umum PGN, Gus Iwan C Iskandar, pihaknya tidak membenarkan tindakan pencurian, tapi lebih melihat pada unsur kemanusiaanya. “Kami melihat negara yang belum bisa menjamin rakyatnya hidup dengan layak, melihat hukum yang dipertontonkan, semakin tajam ke bawah,” ujarnya, Rabu (8/9/2021).

Seperti diberitakan, dua emak MRS (55) dan YLT (29), yang warga Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, itu diamankan di Polres Blitar. Keduanya dilaporkan telah mencuri susu bayi, minyak bayi dan snack di dua lokasi pada hari yang sama, Selasa (31/8/2021) lalu.

Pencurian pertama dilakukan di Toko Rina pada pukul 12.00 WIB. Lalu yang kedua dilakukan di Toko Ringgit pada pukul 13.00 WIB. Pada saat mencuri di Toko Ringgit, sang pemilik toko memergokinya dan melaporkannya ke polisi.

Kepada media, MRS mengaku datang ke Ngeni untuk mencari saudara suaminya. Pencarian ini dilakukan karena suaminya lumpuh dan butuh bantuan saudaranya di Blitar. MRS datang ke Blitar bersama sang keponakan, YLT sambil membawa bayinya yang masih berusia tiga bulan.

Dari kedua emak ini, polisi mengamankan dua kotak susu, puluhan minyak kayu putih dan telon beragam merek, puluhan snack, dua botol hand body dan parfum. Kasus hukum kedua emak ini tetap berlanjut meski kedunya melakukan pencurian karena kepepet kebutuhan bayi.

Karena pihak pelapor yang merasa dirugikan, tidak menghendaki upaya damai atau mediasi. Keduanya dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana. Ancaman hukumannya, maksimal tujuh tahun penjara.

Menurut Gus Iwan, negara saat ini sedang mengalami berbagai masalah penting, terutama di sektor menengah ke bawah. “Seharusnya negara hadir, melindungi mereka yang miskin terlantar dan menjamin keselamatan rakyatnya,” ujarnya.

Ketua Umum Ormas PGN ini menyebut hukum harus ditegakkan karena dasar kemanusiaan. Para koruptor yang mencuri uang triliunan saja mendapatkan hak kemanusiaan, tapi mengapa giliran rakyat yang melarat, yang hanya mengambil susu untuk bayinya, diproses tanpa ada hak kemanusiaan.

Pihaknya siap mengganti semua kerugian yang dialami pemilik toko. “Agar negara dan nama kepolsian Indonesia tidak jatuh dan hina atas kasus seperti ini yang dipertontonkan di muka umum,” ujarnya.***

2 Komentar

Avatar
Sholeh September 9, 2021 05:40 - 05:40

Ormas harus hadir untuk rakyat jika negara tak mampu melakukannya

Balas
Avatar
Alfa September 10, 2021 20:33 - 20:33

Sangat mendukung atas pendapat ketua pgn dan terimakasih telah menanggapi bahkan menolong atas nama kemanusiaan, semoga beliau selalu diberi kesehatan dan ormas pgn semakin jaya bermatabat bermanfaat aamin

Balas

Tinggalkan Komentar