Hukum
Jaksa Agung Meminta Jajarannya Tidak Berfoya-foya pada Momentum Hari Raya

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin, Hari Raya Nyepi momentum renungi nilai agama
FAKTUAL INDONESIA: Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menekankan agar jajarannya memaknai momen Hari Raya Nyepi tahun ini yang jatuh berbarengan dengan umat Islam menyambut bulan Ramadhan dengan cara lebih banyak memberi kepada orang-orang yang sedang membutuhkan.
Di sisi lain, Burhanuddin mengingatkan, kenaikan harga pangan akibat bencana alam dan kebutuhan akan hari raya juga harus diantisipasi bersama.
Oleh karena itu, kata dia, secara kedinasan, Kejaksaan akan menurunkan aparaturnya untuk melakukan pemantauan serta melaporkan secara berkala terhadap inflasi yang terjadi di daerah masing-masing sehingga langkah-langkah antisipasi dapat dilakukan dengan cepat.
Burhanuddin juga menekankan jajarannya agar tidak berfoya-foya atau berlebihan pada momentum hari raya.
“Oleh karenanya, Jaksa harus rajin ke masyarakat untuk mendengar jeritan mereka, sehingga sebagai aparat penegak hukum itu tidak semuanya melulu soal hukum,” ujarnya.
Menurut dia, jaksa yang sering turun ke masyarakat turut memberikan sumbangsih positif bagi institusi Kejaksaan.
“Dengan turut serta memberikan sumbangsih kesejahteraan kepada masyarakat, itu menjadi bagian dari antisipasi/pencegahan penegakan hukum di masyarakat,” ujar Burhanuddin.
Dalam bagian lain Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan Hari Raya Nyepi tahun ini yang jatuh berbarengan dengan umat Islam menyambut bulan Ramadhan menjadi momentum merenungi nilai-nilai ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Momen Hari Raya ini tidak saja sebagai ungkapan bahagia karena merayakannya, akan tetapi lebih dari itu adalah melakukan perenungan yang mendalam, introspeksi diri dan mengaktualisasikan nilai-nilai baik ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari, baik di tempat kerja maupun dalam pergaulan di masyarakat,” kata Burhanuddin dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Pada kesempatan tersebut, Burhanuddin mengucapkan selama kepada warga Adhyaksa yang merayakan momen penting keagamaan Hari Raya Galungan dan Kuningan serta Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946.
Peringatan hari keagamaan ini, kata Burhanuddin, memberikan kesempatan untuk saling menguatkan toleransi antarumat beragama. Kebersamaan yang seperti ini hanya ada di Indonesia.
“Jadikan momentum ini untuk saling menghormati, menghargai, mempererat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini,” katanya. ***