Connect with us

Hukum

Dijatuhi Hukuman Mati, Mantan Kasat Narkoba Polres Lamsel dan Penasihat Hukumnya Langsung Banding

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Mantan Kasat Narkoba Polres Lamsel Andres Gustami saat mendengarkan pembacaan keputusan dan saat berdiskusi dengan penasehat hukumnya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandarlampung, Lampung.

Mantan Kasat Narkoba Polres Lamsel Andres Gustami saat mendengarkan pembacaan keputusan dan saat berdiskusi dengan penasehat hukumnya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandarlampung, Lampung.

FAKTUAL INDONESIA: Mantan Kepala Satuan Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Lampung Selatan Andres Gustami dan penasihat hukumnya langsung menyatakan banding setelah dijatuhi hukuman mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Bandarlampung dalam perkara peredaran narkotika jaringan Fredy Pratama, Kamis (29/2/2024).

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan menerima keputusan hakim.

Saat pembacaan keputusan Andres Gustami yang merupakan seorang mantan Kepala Satuan Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Lampung Selatan itu mendengarkan putusan majelis hakim didampingi oleh penasihat hukumnya.

“Menjatuhkan hukuman mati terhadap terdakwa Andre Gustami,” kata Ketua Majelis Hakim, Lingga Setiawan dalam amar putusan yang dibacanya dalam persidangan.

Dalam amar putusan tersebut, pertimbangan majelis hakim dalam memutus hukuman mati terhadap terdakwa diantaranya sama sekali tidak mendukung program pemerintah dalam memusnahkan peredaran narkotika, selaku anggota kepolisian telah melakukan penghianatan terhadap institusi Polri, melakukan pemanfaatan terhadap orang untuk menghasilkan uang, dan jumlah yang diloloskan sangat besar.

Advertisement

“Hal yang meringankan sama sekali tidak ada yang meringankan,” kata dia.

Putusan tersebut sama seperti tuntutan JPU sebelumnya yakni menuntut agar terdakwa Andre Gustami dihukum dengan hukuman mati. JPU mempertimbangkan bahwa terdakwa sebagai petugas telah menjadi perantara peredaran narkotika jaringan internasional.

Selain itu, terdakwa secara tanpa hak atau melawan hukum telah melakukan permufakatan jahat untuk menawarkan, dijual dan menjual, membeli, menukar, menyerahkan atau menerima, narkotika golongan I.

Atas putusan tersebut, terdakwa Andre bersama penasihat hukumnya menyatakan banding. Sedangkan JPU menyatakan terima.

Terdakwa sendiri dalam perkara tersebut telah dituntut pasal berlapis yakni Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No35 Tahun 2009 Tentang Narkotika atau dikenakan Pasal 137 huruf A juncto Pasal 136 UU RI No35 Tahun 2009 Tentang Narkotika juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Advertisement

Diketahui mantan Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan melakukan aksinya mengawal ataupun meloloskan narkotika milik jaringan Fredy Pratama sejak bulan Mei hingga Juni 2023.

Sepanjang Mei hingga Juni tersebut AKP AG melakukan delapan kali pengawalan dengan sabu yang berhasil diloloskan sebesar 150 kg dan pil ekstasi sebanyak 2.000 butir. Dimana dari hasil pengawalan tersebut terdakwa AKP AG berhasil mengantongi uang sebesar Rp1,3 miliar dari jaringan Fredy Pratama. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement