Home Hiburan Penyanyi Adele Marah Tinggalkan Sesi Wawancara Teve Gegara Host-nya “Kudet”

Penyanyi Adele Marah Tinggalkan Sesi Wawancara Teve Gegara Host-nya “Kudet”

oleh Syawal G

FAKTUAL-INDONESIA: Sebagai host televisi, latar belakang dan segala sesuatu yang berkaitan dengan nara sumber harusnya sudah diketahui sebelum wawancara. Jangan sampai kurang update alias “kudet” sehingga menimbulkan masalah. Ini yang terjadi pada host televisi Australia.

Penyanyi Adele dilaporkan keluar meninggalkan sesi wawancara dengan pembawa acara TV Australia karena masalah yang tak terduga. Padahal, sang pembawa acara tersebut telah menempuh perjalanan sejauh 10.000 mil untuk mewawancarainya sebagai bagian dari kesepakatan senilai 725.000 dolar AS.

Alasannya tak lain tak bukan adalah karena pembawa acara tersebut kudet. Sang host mengaku belum mendengarkan album baru Adele. Daily Telegraph melaporkan pembawa acara Seven Network bernama Matt Doran terbang dari Sydney ke London awal bulan ini untuk mewawancarai pelantun “Hello” tersebut sebagai bagian dari kesepakatan bernilai besar yang mencakup hak atas episode spesial Oprah Winfrey Adele dan konser comeback dua jam.

Kejadian itu bermula ketika Adele bertanya kepada pembawa acara apa pendapatnya tentang album barunya, “30”. Namun tampaknya di luar dugaan Adele, sang pembawa acara justru memberikan jawaban yang sama sekali tidak menyenangkan bagi Adele.

“Saya belum mendengarkannya,” aku sang pembawa acara. Adele yang tersinggung segera meninggalkan wawancara itu dan labelnya, Sony, menolak untuk mengizinkan Seven menggunakannya.

Salah satu orang dalam Seven mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa kejadian itu membuat Australia menjadi satu-satunya pasar di dunia yang tidak memiliki hubungan satu lawan satu dengan Adele untuk mempromosikan peluncuran albumnya.

“Seven jelas marah karenanya. Matt ditegur,” kata sumber itu yang mengatakan bahwa sang host diskors selama dua minggu. “Dia seharusnya mencari informasi.”

Sementara itu, Doran mengatakan kepada The Australian bahwa dia “malu dan sangat menyesal” kepada Adele. Ia mengakui bahwa sebelum melakukan wawancara pada Adele, ia sudah menerima pratinjau mengenai album tersebut.

“Ketika saya duduk untuk mewawancarai Adele, saya sama sekali tidak menyadari bahwa saya telah diemail pratinjau albumnya yang belum dirilis,” kata Doran. “Sejak itu saya mengetahui bahwa itu dikirimkan kepada saya sebagai tautan ‘kartu elektronik’, yang entah bagaimana saya lewatkan saat mendarat di London.”

Ia bersikeras bahwa itu adalah kesalahan sederhana. “Itu adalah kekhilafan tapi BUKAN penghinaan yang disengaja. Ini adalah email terpenting yang pernah saya lewatkan,” katanya.***