Connect with us

Hiburan

Angkat Bahasa Jaseng, Film Yuni Sukses di Sejumlah Ajang Penghargaan

Avatar

Diterbitkan

pada

FAKTUAL-INDONESIA: Film karya sutradara Kamila Andini yang berjudul Yuni baru bakal tayang 9 Desember 2021 besok di bioskop. Sebelum dilepas di pasar Indonesia film Yuni sudah tayang diberbagai ajang penghargaan internasional dan festival.

Beberapa penghargaan tersebut di antaranya memenangkan Platform Prize di ajang Toronto International Film Festival (TIFF) 2021 pada September lalu. Film Yuni juga mendapat kesempatan diputar di banyak festival film internasional di berbagai negara.

Film Yuni karya Kamila Andini juga menjadi film pertama di Indonesia yang menggunakan bahasa Jaseng atau Jawa Serang.

Berlatar di Serang, Banten, semua dialog yang diucapkan para pemain dalam film ini menggunakan bahasa Jaseng.

Advertisement

Kamila Andini, selaku sutradara, merasa bahwa filmYuni cocok untuk diceritakan dengan latar kota Serang.

Seperti proses kedewasaan yang jadi sorotan utama film ini, Serang merupakan kota yang masih dalam pengembangan.

Sutradara dan produser film ini juga memilih Nazla Thoyib, masyarakat asli Serang, untuk membintangi film ini.

Dalam Konferensi Pers Film Yuni pada Senin (6/12/2021) di kawasan Kuningan, Jakarta, Nazla Thoyib berbagi cerita soal bahasa Jaseng dalam filmYuni.

Bahasa Jawa Serang ini merupakan bahasa Jawa dialek Banten yang digunakan masyarakat di wilayah Banten.

Advertisement

Nazla Thoyib mengatakan bahwa dalam bahasa ini, kita bisa mendengar campuran bahasa Jawa dan sedikit bahasa Sunda.

Ia juga merasa bersyukur bahwa bahasa khas daerahnya dapat dikenal melalui film.

Ternyata, tidak ada film sebelum Yuni yang mengangkat bahasa Jaseng.

“Bahasa Jawa Serang ini, selama ada film, sekian puluhan tahun, baru kali ini ada yang mengangkatnya,” kata Nazla.

Bahasa Jawa Serang ini terbebas dari aturan bahasa Jawa di daerah-daerah lainnya, terutama di daerah Jawa Tengah dan Timur.

Advertisement

Tidak ada hierarki atau batas kelas dalam mengucapkan bahasa Jaseng ini.

“Jarang diketahui, saya pribadi merasaspeechless, mewakili warga Banten merasa diapresiasi,” kata perempuan yang akrab disapa Teh Nazla ini.

FilmYuni pun mendapatkan apreasiasi dan dukungan dari wali kota hingga seluruh warga Serang, Banteng.

Kamila Andini sendiri tidak memiliki alasan khusus dalam memilih bahasa Jaseng sebagai cara tutur utama dalam film ini.

Menurut Kamila, ia memiliki perasaan yang tak bisa diartikan saat pertama menginjakkan kaki di Serang dan mendengar bahasanya.

Advertisement

“Saya suka Kamila Andini karena membumi, saya pernah menanyakan kepadanya soal pemilihan bahasa Jaseng,” cerita Nazla.

“Kamila Andini menjawab bahwa para karakter dan lingkungan sekitar Seranglah yang berhasil menghidupkan bahasa Jawa Serang,” sambungnya.

Dengan adanya film Yuni, Nazla berharap agar bahasa Jaseng tersebut dapat lebih dikenal masyarakat Indonesia.

Tak hanya itu, Nazla juga berharap kemenangan film Yuni di berbagai kompetisi internasional menjadi gerbang baru untuk masyarakat global.

“Semoga bahasa Jaseng dikenal oleh dunia internasional,” tutupnya.

Advertisement

Film ini berkisah tentang Yuni, seorang gadis remaja cerdas dengan impian besar untuk kuliah. Ketika dua pria yang hampir tidak dikenalnya datang melamar, ia menolak lamaran mereka.

Penolakan itu memicu gosip tentang mitos bahwa seorang perempuan yang menolak tiga lamaran tidak akan pernah menikah.

Tekanan semakin meningkat ketika pria ketiga melamarnya, dan Yuni harus memilih antara mempercayai mitos atau mengejar impiannya.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement