Connect with us

Selebritis

Tampil dengan Bayaran Rp 525 Miliar Sejam, Beyonce Dikritik Kalangan LGBT

Avatar

Diterbitkan

pada

Beyonce, salah satu penyanyi papan atas dunia yang masih eksis hingga saat ini. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Belum lama ini, penyanyi papan atas dunia, Beyonce menggelar konser megah di Dubai dengan bayaran senilai Rp 525 miliar dalam satu jam!

Dalam empat tahun terakhir, baru kali ini Beyonce menggelar konser merah dan besar-besaran. Beyonce menggelar konser kejutan untuk pembukaan sebuah hotel mewah di Dubai. Namun, penampilan yang bernilai ratusan miliar rupiah itu tak luput dari kritikan.

Ia dikritik lantaran mau tampil di negara yang tidak setuju dengan LGBT. Padahal, selama ini Beyonce dikenal sebagai artis yang mendukung LGBT.

Konser tersebut merupakan bagian dari acara peresmian Atlantis the Royal yang digelar pada Sabtu (21/1/2023). Mengutip Guardian, kabarnya, tamu dilarang merekam sepanjang penampilan pelantun ‘Crazy in Love’ itu. Mereka diminta untuk meninggalkan ponsel sebelum masuk ke lokasi acara. Walau pada akhirnya, ada saja rekaman video yang akhirnya bocor di internet.

Para tamu sama sekali tidak tahu siapa musisi atau penyanyi yang bakal tampil. Sampai akhirnya Beyonce muncul di panggung yang dibangun di atas kolam berukuran besar di halaman hotel tersebut.

Advertisement

Didukung penari latar dan panggung yang megah, penampilan Beyonce sukses menyihir para tamu. Istri Jay Z ini juga sempat bersama putri pertamanya, Blue Ivy. Untuk penampilan tersebut, Beyonce disebut-sebut mendapat bayaran fantastis sebesar US$ 35 juta atau hampir menyentuh angka Rp 525 miliar!

Namun, tak semua merasa terhibur. Seruan protes datang dari kaum LGBT yang sangat menyayangkan Beyonce menerima tawaran untuk tampil di negara yang mengilegalkan homoseksualitas.

“Beyonce adalah ikon besar bagi komunitas gay,” ujar Bev Jackson, salah satu pendiri LGB Alliance, sebuah grup advokasi bagi kaum LGBT Inggris, kepada The Telegraph.

“Oleh karena itu, LGB Alliance sangat kecewa karena Beyonce mau menggelar konser di Dubai, di mana hubungan sesama jenis dapat dikriminalkan, dan pelakunya berpotensi dihukum mati,” tambah Bev.

Beyonce merupakan salah satu selebriti dunia yang vokal menyatakan dirinya sebagai ‘ally’ bagi komunitas LGBT. Dukungan tersebut semakin nyata saat ia mendedikasikan album ‘Renaissance’ yang dirilis tahun lalu kepada pamannya yang seorang gay.

Advertisement

Dari 19 lagu yang Beyonce lantunkan di Dubai, tak ada satupun yang berasal dari album tersebut. “Saat kamu kaya raya, dengan uang yang kebanyakan berasal dari komunitas LGBTQ+ yang adalah fans loyalnya, berapa jumlah uang yang dianggap terlalu besar untuk menolak tampil di negara yang homofobia,” kicau seorang pengguna Twitter.***

Lanjutkan Membaca