Connect with us

Selebritis

Marshanda Curhat, Dikabarkan Hilang Tapi Ternyata Dikirim ke Rumah Sakit Jiwa

Avatar

Diterbitkan

pada

Marshanda sempat masuk rumah sakit jiwa. (idt)di Amerika. (ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Pada akhir Juni lalu, tersiar kabar Marshanda hilang di Amerika. Namun kemudian Marshanda dikabarkan telah ditemukan dalam pengawasan medis. Ternyata pengawasan medis yang dimaksud adalah artis cantik ini dipaksa masuk ke Rumah Sakit Jiwa. Kok bisa?

Mengutip CNN Indonesia, Marshanda mencerikan kronologis kejadian sesungguhnya hingga ia dikabarkan hilang di Amerika.

Marshanda mengatakan semua berawal pada 27 Juni. Kala itu, ia bermain di Pantai Venice yang dekat penginapannya. Ia mengaku meninggalkan semua handhone di penginapan karena ingin menikmati waktu sendiri.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengatakan ingin fokus bermain ombak dan tak ingin orang lain mengetahui keberadaannya saat me time.

Marshanda mengklaim hanya bermain di Pantai Venice sekitar dua jam. Namun, ia kesulitan kembali ke penginapan karena soflens yang dikenakan terkena ombak sehingga tak bisa digunakan.

Advertisement

Ia mengaku memilih kembali ke Pantai Venice dan meminta bantuan orang sekitar untuk mengantarkannya pulang ke penginapan.

“Sheila nelpon gue sampai tujuh kali. Terus dia panic attack karena gue enggak bisa ditemuin. Dia ngelaporin gue ke 911,” ujar Marshanda dalam video yang diunggah ke YouTubenya.

“Datang lah ambulans menjemput gue dan ambulans itu yang telepon adalah Sheila atau David (suami Sheila),” tuturnya.

Marshanda mengaku bingung ketika dijemput ambulans. Dia juga mengklaim pihak dari rumah sakit turut bingung ketika melihatnya dalam kondisi baik-baik saja.

“Jadi pertama begini, gue urutin ya. Di ambulans 911 itu tanya ‘Apa kamu baik-baik saja? Siapa nama kamu? Sekarang kamu di mana? Asal dari mana?’”

Advertisement

“Mereka kayak memastikan gue waras dan sadar diri enggak. Jawaban gue tuh normal semua,” ungkap Marshanda.

Ia kemudian menunjukkan data kesehatannya yang berada dalam fitur emergency atau Heath miliknya yang bertuliskan Penyembuhan Tumor Payudara atau Holistik Kanker.

Ia mengaku tidak secara khusus menuliskan riwayat bipolar atau depresi dalam fitur tersebut. Namun, terdapat daftar obat-obatan untuk penderita bipolar dalam fitur itu.

Gegara Daftar Obat

Daftar obat itu membuat pihak rumah sakit khawatir, sehingga mereka disebut membawanya ke RSJ dan ‘menahannya’ sejak saat itu hingga 11 Juli.

Advertisement

“Kok ada obat penenang? Obat untuk depresi kayak bipolar? Itu yang membuat 911 membawa gue ke mental health facility,” tuturnya.

Dia juga mengatakan tak ada yang bisa mengakses dirinya ketika berada di RSJ. Ibu dan adiknya disebut hanya bisa menelepon dirinya dua kali.

Marshanda mengatakan situasi tersebut berada di luar kontrol sang sahabat, Sheila dan David.

Di rumah sakit jiwa, ia menceritakan situasi dan kondisinya ketika berada di rumah sakit jiwa. Ia mengaku mendapatkan perlakuan tak menyenangkan saat berada di sana, terutama setelah menolak minum obat yang diberikan kepadanya.

“Pas gue ngomong begitu (menolak) tangan gue dikebelakangin, gue dijatuhin ke kasur, karena gue dianggap sudah overactive. Sampai gue disuntik karena sudah dianggap harsh, gue udah dianggap agresif,” kata Marshanda.

Advertisement

“Orang di penjara diperlakukan lebih baik daripada orang di rumah sakit jiwa. Karena orang di penjara masih dianggap waras, orang di rumah sakit jiwa itu sudah dianggap gak waras,” ucap Marshanda.

Oleh sebab itu, ia memutuskan untuk mengonsumsi obat dan makanan yang diberikan rumah sakit supaya bisa segera keluar.

Hingga jelang pertengahan Juli 2022, Marshanda diizinkan pulang. Namun, dia diminta membayar lebih dari US$20 ribu atau sekitar Rp297,9 juta oleh rumah sakit tersebut.

Marshanda pun pasrah dengan kejadian yang dialami. Dia bersyukur kini sudah bisa kembali ke Tanah Air. ***

 

Advertisement

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement