Selebritis
Jelita Bahar Pilih Berjualan Risol, Tak Ingin Bergantung pada Warisan

Jelita Bahar anak pedangdut Anisa Bahar, kini jualan risol di pinggir jalan. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Di tengah dunia hiburan yang identik dengan gemerlap panggung dan popularitas, pedangdut Jelita Bahar memilih jalan yang berbeda. Putri penyanyi dangdut senior Anisa Bahar itu kini menjalani aktivitas sebagai penjual risol di pinggir jalan dan mengaku tidak merasa malu dengan pekerjaan tersebut.
Bagi Jelita, bekerja dan menghasilkan uang dari usaha sendiri merupakan bentuk kemandirian yang lebih berharga dibanding mengandalkan warisan keluarga. Meski berasal dari keluarga yang dikenal luas di dunia hiburan Tanah Air, ia memilih membangun kehidupannya dengan kemampuan sendiri.
Baca Juga : Tempe Diusahakan Diakui Jadi Warisan Budaya Unesco
“Kenapa harus berharap pada warisan kalau bisa berdiri di atas kaki sendiri?” ujar Jelita saat tampil dalam sebuah program televisi di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan prinsip hidup yang selama ini dipegangnya. Menurut Jelita, setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang dan meraih kesuksesan melalui kerja keras, tanpa harus bergantung pada latar belakang keluarga maupun harta yang dimiliki orang tua.
Usaha berjualan risol mulai dijalankan Jelita sejak Ramadan tahun ini. Keputusan tersebut awalnya mungkin mengejutkan sebagian penggemarnya, mengingat dirinya dikenal sebagai penyanyi dangdut yang telah lama berkecimpung di industri hiburan.
Namun, Jelita mengaku menikmati aktivitas barunya sebagai pelaku usaha kuliner. Ia bahkan merasa senang karena dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan melihat respons pelanggan terhadap produk yang dijualnya.
Baca Juga : Kebaya Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO, Diusulkan 5 Negara Asia Tenggara
Menariknya, sebagian besar pembeli tidak mengetahui bahwa penjual risol tersebut adalah seorang penyanyi dangdut. Kondisi itu justru membuat Jelita merasa lebih nyaman karena dapat menjalankan usahanya secara alami tanpa perlakuan khusus.
Menurutnya, tidak ada pekerjaan yang perlu dipandang rendah selama dilakukan secara jujur dan memberikan manfaat. Karena itu, ia tidak pernah merasa minder meskipun harus berjualan di pinggir jalan.
Langkah yang diambil Jelita juga menjadi gambaran bahwa banyak figur publik kini mulai menjajaki dunia usaha sebagai sumber penghasilan tambahan di luar profesi utama mereka. Selain memberikan peluang ekonomi, usaha mandiri juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan baru dan memperluas pengalaman hidup.
Bagi Jelita, bisnis kuliner yang dijalaninya bukan sekadar mencari keuntungan. Aktivitas tersebut juga menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Baca Juga : PT Piaggio Indonesia Luncurkan Vespa Batik Sempurnakan Kebanggaan Warisan Dua Budaya Indonesia-Italia
Sikapnya yang tidak ingin bergantung pada warisan keluarga mendapat perhatian positif dari banyak pihak. Di tengah budaya yang sering mengaitkan kesuksesan dengan latar belakang keluarga, Jelita justru menunjukkan bahwa kerja keras dan kemauan untuk memulai dari bawah tetap menjadi modal utama dalam membangun masa depan.
Dengan semangat tersebut, Jelita Bahar berharap usahanya dapat terus berkembang. Ia juga ingin membuktikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih keberhasilan, selama memiliki keberanian untuk berusaha dan tidak takut memulai dari hal-hal sederhana.
Kisah Jelita menjadi pengingat bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari panggung besar atau popularitas. Terkadang, keberhasilan justru lahir dari keberanian untuk bekerja keras, menghargai setiap proses, dan berdiri di atas kaki sendiri.***