Selebritis

Alami Kecelakaan Maut, Daood Personel Debu Masih Kritis

Published

on

Daood personel Debu.(ist)

FAKTUAL-INDONESIA– Salah satu personel grup musik Debu, yakni Daood Abdullah Al Daud mengalami kecelakaan maut  di Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) KM 837, Senin (18/4/2022) dini hari. Saat ini, Daood masih dalam kondisi kritis dan mengalami patah tulang kaki.

Manajer Debu, Ibrahim, mengatakan di mobil yang kecelakaan itu hanya ada satu personel Debu, yakni Daood, sang drummer. “Daood patah tulang kaki, tapi alhamdulillah keadaan stabil. Dia lagi dipindahkan ke Surabaya untuk beroperasi. Kondisi masih kritis, jadi mohon doanya,” sambungnya dalam pesan singkatnya.

Diketahui, kecelakaan ini menewaskan 2 penumpang dan 4 penumpang terluka. Daood Abdullah Al Daud merupakan penabuh darbuka di band Debu. Darbuka merupakan sebuah alat musik khas Timur Tengah.

Daood merupakan pemusik keturunan Afrika-Amerika. Ia lahir di Texas, Amerika Serikat pada 28 September 1988. Pria bernama panggung Daood Debu ini memperkenalkan instrumen perkusi ke berbagai negara. Daood pun terkenal di Indonesia bersama grup band Debu.

Band religi Debu ini berawal saat Daood meneruskan karya ayahnya bernama Syekh Fattaah. Sang ayah merupakan pendiri grup band Dust on the Road. Grup band ini populer di Amerika Serikat pada masanya. Namun, pada 2001 grup ini berubah nama menjadi Debu dan diteruskan anak-anaknya, salah satunya Daood sebagai pemain darbuka.

Advertisement

Bersama grup band Debu, Daood telah mengeluarkan sejumlah karya. Seperti album Mabuk Cinta (2003), Makin Mabuk (2004), Nyawa dan Cinta (2006), Gubahan Pecinta (2007), Hep Beraber (2007), dan Dianggap Gila (2010).

Saat ini Daood dirawat oleh tim medis RSUD dr Mochammad Saleh.***

Exit mobile version