Hiburan
Isu Miring Kesuksesan Film ‘KKN di Desa Penari’, Ini Kata Sutradara

Sutradara Awi Suryadi. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA : Dibalik kesuksesan film ‘KKN di Desa Penari” banyak isu miring beredar. Mulai dari lokasi kejadian hingga bayaran figuran yang tidak seberapa.
Sutradara Awi Suryadi menjelaskan terkait lokasi Desa Penari yang sempat disebutkan Menteri BUMM Erick Thohir dengan Pengelola dan Penjaga Rowo Bayu, Sudirman, belum lama ini.
“Saya enggak tahu ini bakal jadi masalah atau enggak. Cuma, bisa saya bilang, lokasi yang saya dapat dari SimpleMan bukan lokasi yang disebut oleh Pak Erick Thohir. Nama lokasinya beda,” tutur Awi dalam dalam diskusi daring bertajuk Perubahan Tren Film Indonesia Pasca Covid-19 Melandai, Jumat (20/5/2022).
Awi tidak mengetahui pasti mana yang benar atau tidak benar.
Meski begitu, sebagai filmmaker, ia menegaskan harus memercayai narasumbernya, SimpleMan, nama akun Twitter yang pertama kali membuat utas cerita ‘KKN di Desa Penari’.
“Narasumber saya bilang kejadiannya di lokasi A. Saya lihat di Google Maps, saya pergi ke lokasinya. Sudah gitu, ya sudah, saya percaya SimpleMan saja,” ucap Awi.
Terkait bayaran figuran hantu yang hanya dibayar Rp75.000, Awi mengakui ia tidak tahu berapa besaran yang diterima pemeran figuran tersebut.
“Saya langsung mengonfirmasi ke bagian casting. Bagian casting memastikan kepada saya. ‘Mas Awi, yang keluar dari kita tidak segitu jumlahnya. Tapi, karena mereka bekerja sama dengan agensi lokal sana, tentunya ada potongan oleh agensi tersebut’. Potongannya berapa, mereka juga enggak tahu,” jelas Awi.
Namun ia membantah kalau disebut-sebut pemeran figuran hantu bekerja 24 jam dan tidak boleh menghapus makeup.
“Jadi, intinya adalah tidak betul bahwa mereka tidak boleh menghapus makeup selama 24 jam,” ucap Awi.
Awi membeberkan proses syuting untuk figuran pada hari terakhir.
“Mereka (pemeran figuran hantu) di-calling jam 10 pagi. Kami syuting hari itu selesai jam 10 malam. Jadi, totalnya 12 jam,” kata dia.
Film ‘KKN di Desa Penari’ sukses bersanding dengan film besutan Marvel, Doctor Strange in the Multiverse of Madness di bioskop.
Awi menyebut, penayangan film di momen Lebaran karena biasanya orang butuh hiburan. Di sisi lain, Awi bersama tim sadar bahwa ada film sebesar Doctor Strange in the Multiverse of Madness yang bakal tayang.
“Cuma, ya sudahlah, kita percaya diri dengan konten kita. Kita merasa sudah maksimal, ya sudah tayang saja. Dan Alhamdulillah, hasilnya terbukti. Memang momen lebaran itu orang lebih mencari hiburan,” tutur Awi Suryadi.***