Home Hiburan PHRI: Kewajiban Reservasi Cegah Terjadi Kerumunan Pertunjukkan Live Music

PHRI: Kewajiban Reservasi Cegah Terjadi Kerumunan Pertunjukkan Live Music

oleh Dwipraya

Ketua Umum PHRI Hariyadi B. Sukamdani. (Foto: apindo.or.id)

FAKTUALid –  Pemprov DKI Jakarta telah memberikan izin pertunjukan musik langsung  (live music) di kafe dan restoran di saat masih terjadi pandemi bertujuan agar pekerja seni dapat kembali  bekerja.

Kebijakan itu disambut baik pihak Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI. Terkait izin itu PHRI menegaskan pentingnya kewajiban reservasi untuk mencegah terjadi kerumunan.

Ketua Umum PHRI Hariyadi B. Sukamdani mengatakan penyelenggara yang ingin mengadakan pertunjukan musik secara langsung dapat mewajibkan tamu untuk memesan tempat sebelum datang agar tidak melebihi kapasitas.

“Apalagi di Jakarta, sudah bisa diterapkan. Bila tamu harus datang hanya setelah reservasi, tidak ada kerumunan,” kata Hariyadi, Sabtu (12/6/2021).

Salah satu contohnya, lanjut dia, bisa dilihat di restoran yang terletak di Gelora Bung Karno (GBK) yang sudah menerapkan sistem tersebut, di mana hanya tamu yang sudah memesan tempat yang boleh masuk.

Dengan mempraktikkan sistem yang ketat, pengelola bisa membatasi jumlah tamu yang datang sehingga tidak membludak dan menimbulkan keramaian serta meningkatkan risiko penyebaran virus.

“Pengaturan seperti itu bagus,” katanya.

Jika sudah diatur secara rapi, musisi bisa kembali tampil meramaikan kafe dan restoran di Jakarta untuk menghibur para tamu.

Pertunjukan musik secara langsung, kata dia, menambah suasana menjadi lebih menarik sehingga tamu-tamu merasa lebih nyaman. Dengan demikian, kafe atau restoran jadi lebih menarik untuk dikunjungi. 

“Live music itu membuat ambience, suasana, jadi lebih menarik untuk dikunjungi ketimbang sepi-sepi saja,” katanya dilansir antaranews.com.

Sebelumnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan pemberian izin pertunjukan musik langsung  (live music) di kafe dan restoran di saat masih terjadi pandemi bertujuan agar pekerja seni dapat kembali  bekerja.

“Para pekerja seni yang selama setahun ini tidak mendapatkan pekerjaan seperti biasanya, maka dari itu dibuka lah (live music), sudah dimungkinkan,” ujar Riza di Jakarta, Kamis (10/6/2021) malam.

Dengan aktivitas pertunjukan musik, kata Riza, sejumlah pihak bakal mendapatkan dampaknya, mulai dari pemain musik hingga penyanyinya.

Namun, dia mengingatkan agar aktivitas ini tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Ada syaratnya, menyesuaikan jumlah personel dengan luas panggung, memasang pembatas atau partisi pada area panggung, pengunjung dilarang menyumbang lagu. Jadi pengunjung tidak lagi berinteraksi satu panggung,” tutur Riza.

Riza juga meminta tempat usaha kafe dan restoran untuk memperkuat satgas Covid-19 di internalnya, ini untuk memastikan berbagai kegiatan di kafe dan restoran termasuk pertunjukan musik langsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada kafe dan restoran yang melanggar mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan tempat usaha, kata Riza.

“Di setiap unit kegiatan selalu diminta satgas Covid-19 ini dari tingkat nasional sampai tingkat RT, kemudian di unit-unit kegiatan, di tempat-tempat komunitas usaha, kantor itu harus ada satgas Covid-19. Tugasnya membantu memantau mengawasi, memberikan informasi dan lain sebagainya termasuk mengambil langkah-langkah yang dianggap penting untuk mencegah terjadinya pelanggaran,” tutur Riza.

Izin “live music” di kafe dan restoran ini tertuang dalam surat Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Nomor 381 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro di Sektor Usaha Pariwisata.

Surat ini ditandatangani oleh Plt Kadis Parekraf DKI Jakarta Gumilar Ekalaya pada 31 Mei 2021 lalu. Dalam surat tersebut, dinyatakan bahwa penyelenggaraan pertunjukan musik langsung (live music) yang menjadi fasilitas usaha restoran dan hotel dapat beroperasional dengan ketentuan:
– Memiliki legalitas Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP)
– Jumlah personel menyesuaikan dengan luas panggung
– Memasang pembatas partisi/flexyglass pada area panggung
– Pengunjung dilarang untuk menyumbangkan lagu.

Untuk kafe dan restoran, kapasitas pengunjungnya maksimal 50 persen dan “dine in” sampai dengan pukul 21.00 WIB. ***

Tinggalkan Komentar