Hiburan
Tayang 16 April 2026: Film “Dalam Sujudku”, Totalitas Marcell Darwin dan Vinessa Inez Pasrah kepada Tuhan

Mengangkat kisah nyata pernikahan jarak jauh (long distance marriage) film “Dalam Sujudku” siap memainkan emosi para penonton di Tanah Air mulai Kamis (16/4/2026). (Gungdewan/Ist)
FAKTUAL INDONESI: Totalitas Marcell Darwin dan Vinessa Inez dalam melakoni perannya pada film bertajuk “Dalam Sujudku” membuat mereka mendapat pengalaman emosional yang mendalam. Film yang diangkat dari kisah nyata pernikahan jarak jauh (long distance marriage) ini siap tayang, Kamis (16/4/2026).
Di kisah “Dalam Sujudku” film produksi Proj3ct 69 yang diramu sutradara Rico Michael itu Marcell Darwin menghadirkan karakter Farid sebagai sosok pria yang terjebak dalam kompleksitas pernikahan jarak jauh. Jarak bukan hanya memisahkan secara fisik, tetapi juga membuka celah bagi kesalahan.Farid digambarkan sebagai pria yang tidak sempurna dia terjatuh, membuat keputusan keliru, namun berusaha mencari jalan untuk memperbaiki diri.
“Farid itu bukan sosok yang sempurna. Dalam situasi tertentu, apalagi ketika jauh dari pasangan, manusia bisa goyah. Tapi dia belajar, dan itu yang menurut saya penting. Kita semua pasti pernah salah,” kata Marcell.
Peran ini menjadi tantangan tersendiri baginya. Marcell mengaku harus menggali emosi secara intens untuk menampilkan sisi rapuh, bersalah, sekaligus pencarian makna hidup yang dialami Farid. Bahkan ia sempat berdiskusi dengan sang istri sebelum menerima karakter tersebut, mengingat isu perselingkuhan dalam pernikahan jarak jauh merupakan hal yang sensitif dan dekat dengan realita banyak pasangan.
Namun Marcell Darwin kembali menunjukkan kemampuan aktingnya sebagai pria dengan pergulatan batin mendalam, terutama saat berhadapan dengan dua perempuan dalam hidupnya, Aisyah dan Rina.
Untuk mendalami karakter, Marcell menjalani proses reading selama beberapa minggu bersama para pemain lain, termasuk Vinessa Inez. Proses tersebut dinilai penting untuk membangun chemistry serta memperkuat emosi dalam setiap adegan.
Menariknya, selama proses syuting, Marcell juga menghadapi tantangan tersendiri. Salah satu momen yang paling diingat adalah ketika ia harus menjalani adegan emosional sambil menangis dalam posisi sujud—sebuah adegan yang menuntut penghayatan mendalam.
Lewat film ini, Marcell Darwin berharap penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga mendapatkan refleksi tentang kehidupan, kesalahan, serta kesempatan untuk memperbaiki diri.
Sedangkan Vinessa Inez yang memerankan Aisyah juga mengaku mendapatkan pengalaman emosional yang mendalam.“Saya belajar banyak dari karakter Aisyah yang selalu berpikir positif dan yakin bahwa semua akan indah pada waktunya,” ungkap Vinessa.
Karakter Aisyah menjadi representasi kekuatan perempuan dalam pernikahan yang diuji jarak. Sosoknya digambarkan penuh kesabaran dan keikhlasan, bahkan ketika kepercayaan yang ia jaga mulai runtuh.
“Saya merasa Aisyah itu sosok yang sangat luar biasa. Kesabarannya tinggi sekali, dan itu jujur jadi tantangan buat saya karena berbeda jauh dengan diri saya,” ungkap Vinessa.
Ia mengakui, untuk menghidupkan karakter tersebut dibutuhkan pendalaman emosi yang tidak sederhana, terutama dalam memahami pergulatan batin seorang istri yang harus menghadapi kenyataan pahit dalam kesendirian.
Selain Marcel Darwin, dan Vinessa Inez, tampil juga deretan pemain seperti Denis Adhiswara, Naura Hakim, Ryuka, Chika Waode hingga Dominique Sanda. Mereka menghadirkan performa emosional yang kuat dan autentik, memperkuat pesan moral yang ingin disampaikan dalam cerita drama rumah tangga.
Sementara itu, Denis Adhiswara mengaku mendapatkan pengalaman baru yang cukup menantang saat memerankan karakter seorang ustaz.
“Biasanya kan saya peran cuek, kocak, cengengesan, bahkan sadis. Tapi di film ini sungguh membekas“Saya harus maksimal menjelaskan sebagai ustaz, bukan hanya di film, tapi juga bagaimana pesan itu bisa sampai ke penonton,” lanjutnya.
Naura Hakim mengaku tidak mudah memerankan sosok yang menjadi sumber konflik dalam cerita.“Karakter ini bukan sosok yang mudah, karena berada di posisi yang sering dipandang negatif. Tantangannya adalah menghadirkan sisi manusiawi dari karakter ini. Saya berusaha memahami latar belakangnya agar tidak hanya terlihat sebagai antagonis, tetapi juga punya kedalaman emosi,” ujar Naura.
Ryuka yang memerankan Maya sebagai sahabat Aisyah ini mengaku mencerminkan karakter aslinya sehingga tidak terlalu sulit dalam penguasaan akting. “Karena ini drama, saya dituntut lebih ekspresif, tapi tetap terasa natural,” ujarnya.
Chika Waode sahabat Aisyah yang memberi nafas segar dalam cerita, sekaligus memerankan karakter tukang gosip yang turut mewarnai dinamika konflik.“Sebagai karakter tukang gosip dalam film ini, menjadi penyambung lidah masyarakat, jujur tidak terlalu sulit untuk saya perankan,” Walaupun syuting di luar kota, suasananya sangat menyenangkan,” ujarnya Semua cast juga menyenangkan, jadi prosesnya terasa mengalir berjalan lancar dan penuh kebersamaan,” tambahnya.
Bukan Sekadar Hiburan
Maka siap-siaplah emosi akan terkuras dalam menyaksikan “Dalam Sujudku”. Pasalnya ketika menyaksikan preview “Dalam Sujudku” di Cinema XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026), hampir semua penonton ikut larut dalam cerita yang menyajikan perpaduan emosi, spiritualitas, serta refleksi kehidupan yang relevan dengan kehidupan masyarakat terkait dinamika rumah tangga dan pencarian makna spiritual di tengah ujian kehidupan.
Dalam acara jumpa pers usai pratayang “Dalam Sujudku”, Rico Michael menegaskan bahwa film ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga memiliki rasa emosional serta nilai reflektif yang mendalam dikehidupan rumah tangga.
“Film ini kami hadirkan sebagai refleksi bagi mereka yang merasa berada di titik terendah. Pesannya, bahwa harapan itu selalu ada, dan Tuhan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.
Dari situ saya melihat ada pesan spiritual yang sangat kuat untuk diangkat ke layar lebar,” kata Rico.
Menurut Rico, pesan utama film ini adalah tentang bagaimana MEMAAFKAN dan ketika kita menyerahkan masalah kehidupan dalam DOA maka menemukan kekuatan DALAM SUJUD. “Ketika benar-benar pasrah, di situlah kita belajar berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jawaban Tuhan tidak selalu datang sesuai harapan, tetapi di situlah letak makna Doa dan pembelajaran yang sesungguhnya,” ujar Rico.
Dia pun berharap, dengan kombinasi kisah nyata, akting emosional, dan pesan religi yang kuat, “Dalam Sujudku” diharapkan menjadi salah satu film drama spiritual yang relevan bagi masyarakat.
Diproduseri Donnie Syech, “Dalam Sujudku” mengangkat kisah nyata tentang perjalanan rumah tangga, ujian hidup, dan pencarian makna spiritual dalam rumah tangga yang menyentuh hati. Kisah perjalanan rumah tangga yang diuji oleh berbagai persoalan hidup, menggambarkan kekuatan Doa, keikhlasan, serta makna berserah diri kepada Tuhan.
Dengan pendekatan emosional yang kuat, “Dalam Sujudku” menyoroti konflik batin dalam pernikahan, termasuk isu poligami, pengkhianatan, hingga pencarian spiritual melalui doa.
Film ini tidak hanya menyajikan drama yang menyentuh, sebagai Tontonan tetapi bisa menjadi Tuntunan juga, sebagai pengingat tentang pentingnya KESABARAN, KEIKLASAN, dan KEKUATAN DOA dalam menghadapi UJIAN HIDUPNYA.
Dengan kombinasi Kisah Nyata, Akting Emosional, dan Pesan Religi yang kuat, DALAM SUJUDKU diharapkan menjadi salah satu film Drama Keluarga yang relevan bagi masyarakat dengan dinamika kehidupan rumah tangga yang membawa pesan EMOSI secara mendalam.
Selain kekuatan cerita, Dalam Sujudku juga diperkuat oleh original soundtrack (OST) berjudul TITIPAN ILAHI yang dinyanyikan oleh Evelyn Wijaya, juara Voice Hunt 2025. Lagu ini diciptakan oleh Yusoff Al Aswad dan Amin Majid,
Ada 4 lagu yang menjadi Soundtrack Film Dalam Sujudku yaitu Titipan Ilahi, Tanpa Arah dan Menggoda yang merupakan ciptaan Mamu Blacksweet serta Cintaku tak ada yang punya karya Ferdy Tahier
Evelyn mengungkapkan bahwa lagu ini menjadi momen penting dalam perjalanan kariernya.
“Ini lagu debut aku sekaligus soundtrack film pertamaku. Harus banget masuk ke vibe filmnya. Liriknya dalam, penuh pesan tentang harapan dan keputusan,” ungkap Evelyn.
Ia juga menceritakan proses produksi yang berlangsung cepat namun penuh tantangan. “Recording dan pembuatan video musik kurang dari seminggu, sekitar empat hari.
bahwa proses seleksi Dalam Sujudku Voice Hunt 2025 berlangsung ketat hingga menghasilkan tiga finalis. ***