Connect with us

Griya

Membantu Pekerjaan Rumah Tangga, SCG Akuisisi Seekmi Indonesia

Avatar

Diterbitkan

pada

FAKTUAL-INDONESIA : Salah satu perusahaan raksasa Thailand, Siam Cement Group atau SCG mengumumkan telah mengakuisisi Seekmi, sebuah platform dari perusahaan penyedia layanan rumah tangga di Indonesia pada 10 Mei 2023.

Seekmi yang didirikan pada 2015 telah berkembang ke lebih dari 8 kota di Indonesia dengan puluhan ribu penyedia layanan dan ratusan ribu pelanggan rumah tangga. Perusahaan ini paling terkenal dengan layanan Heating, Ventilation, dan Air-Conditioning (HVAC), tukang, kelistrikan, pembersihan, dan binatu untuk rumah.

Sejak 2018, perusahaan berkembang pesat melalui kemitraan besarnya dengan merek global terkemuka seperti IKEA, Samsung, Coca-Cola, Panasonic, Daikin, Toshiba, dan JYSK untuk menawarkan layanan pemasangan, perakitan, perbaikan, pemeliharaan, dan bahkan pengiriman ke  pelanggan mereka masing-masing.

Sementara itu SCG pertama kali didirikan pada 1913 menyusul keputusan kerajaan oleh Yang Mulia Raja Rama VI untuk memproduksi semen. Sejak itu berkembang menjadi salah satu konglomerat terbesar di Asia Tenggara dan terbesar kedua di Thailand.

Mayoritas saham perusahaan dimiliki oleh Raja Vajiralongkorn dari Thailand dan telah sangat sukses dalam mengembangkan bisnis semen, bahan bangunan, kimia, konstruksi, pengemasan, tenaga surya, dan logistik secara global.  Tercatat, Siam Cement Group memiliki lebih dari 54.000 karyawan dan menjadi salah satu perusahaan besar di Thailand.

Advertisement

Kini SCG melalui anak perusahaannya Q-Chang segera mendapatkan pijakan untuk memberi layanan rumah tangga kepada masyarakat di tanah air.

Mengutip keterangan pers, pada 10 Mei, CEO dan Pendiri Seekmi, Clarissa Leung berujar perusahaannya hadir untuk mengubah cara rumah tangga dan bisnis Indonesia memesan layanan.

“Kami bersemangat untuk terus memperluas bisnis dan membantu lebih banyak orang Indonesia,” kata Clarissa.

Lebih lanjut, Clarissa mengatakan sering kali pemilik hunian merasa sangat sulit untuk menemukan dan mempekerjakan penyedia layanan yang dapat dipercaya. Sebab, penyedia layanan di negara ini jarang memegang lisensi atau sertifikasi standar untuk membuktikan kualifikasi atau kompetensi mereka.

“Penghuni rumah merasa sangat sulit untuk mempekerjakan penyedia layanan yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan, karena peraturan yang longgar dalam industri jasa,” ujar Clarissa.***

Advertisement

 

Lanjutkan Membaca