Home Ekonomi Tarif Rp20 Ribu, KA Bandara YIA Mulai Berbayar

Tarif Rp20 Ribu, KA Bandara YIA Mulai Berbayar

oleh Ki Pujo Pandunung

Foto: YouTube LTV Indonesia

FAKTUAL–INDONESIA:  Kereta Api (KA) Yogyakarta Internasional Airport (YIA), telah resmi beroperasi secara komersial untuk melayani masyarakat yang menempuh perjalanan dari dan ke Kota Yogyakarta, Jumat (17/9/2021).

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, sehubungan operasional KA Bandara YIA, maka akan diberlakukan tarif resmi sebesar  Rp20.000 rupiah.

“KA Bandara YIA beroperasi komersial mulai 17 September 2021, dengan tarif resmi yang telah ditetapkan Pemerintah,” ujar Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri, sebagaimana dilansir Antara, Kamis (16/9/2021).

Sejak awal September, KA Bandara YIA telah melakukan uji coba gratis bagi masyarakat umum. Selain itu, uji coba statis dan dinamis sudah diselesaikan Ditjen Perkeretaapian. Uji coba dilakukan dalam rangka menjaring antusiasme dan masukan masyarakat untuk meningkatkan layanan KA Bandara YIA.

Kelak, KA Bandara dapat digunakan masyarakat dengan tarif Rp20.000 untuk rute Yogyakarta-Bandara YIA. Sementara untuk rute lainnya seperti Yogyakarta-Wates dikenakan tarif Rp10.000 dan rute Wates-Bandara YIA dikenakan tarif Rp20.000.

Tiket KA Bandara dapat dibeli melalui aplikasi KAI Access atau loket pembelian langsung di Stasiun Yogyakarta, Stasiun Wates, dan Stasiun KA Bandara YIA.

Zulfikri menjelaskan, waktu tempuh perjalanan menuju Bandara YIA hanya 40 menit. Jika dibandingkan dengan kendaraan roda empat rata-rata waktu tempuhnya hingga 90 menit.

Sejak penurunan PPKM Level 3 terjadi kenaikan jumlah penerbangan di Bandara YIA. Sebanyak 25 kali penerbangan dengan 3.500 orang per hari memadati bandara baru ini. KA Bandara YIA diharapkan mampu membantu mobilitas masyarakat dengan mengurangi kemacetan dan mengurangi polusi udara.

Sebagai informasi, pembangunan KA Bandara YIA termasuk bagian dari Visi Misi dan Program Strategis Nasional (PSN) Presiden Joko Widodo dalam melakukan pemerataan dan peningkatan ekonomi nasional.***

Tinggalkan Komentar