Ekonomi

Utang Whoosh Jadi Pekerjaan Rumah Suahasil Setelah Purbaya Lengser

Published

on

Purbaya Yudhi Sadewa terbebas dari utang Whoosh. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Persoalan pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus dilanjutkan Menteri Keuangan Suahasil Nazara setelah resmi menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Pembahasan tersebut berkaitan dengan kewajiban utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kepada China Development Bank yang disebut mencapai sekitar US$4,5 miliar atau setara Rp79,45 triliun.

Pergantian Menteri Keuangan terjadi setelah Presiden Prabowo tetiba saja melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9/2026). Selanjutnya serah terima jabatan berlangsung di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Baca Juga : Sertijab Menkeu, Purbaya Serahkan Laporan Kinerja kepada Suahasil

Setelah tidak lagi menjabat, Purbaya mengatakan dirinya sudah tidak memiliki kewenangan dalam menentukan kebijakan terkait penyelesaian pembiayaan proyek Whoosh. “Kan gue bukan menteri keuangannya, alhamdulillah selamat gue,” ujar Purbaya seusai menghadiri serah terima jabatan.

Sebelumnya, Purbaya menjadi salah satu pejabat yang terlibat dalam pembahasan sejumlah opsi untuk menangani beban pembiayaan KCIC. Salah satu skema yang sempat disiapkan adalah melibatkan Special Mission Vehicle (SMV) milik pemerintah.

Skema tersebut antara lain mempertimbangkan pemanfaatan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI serta PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) untuk membantu menangani kewajiban pembayaran utang proyek Whoosh.

Baca Juga : Utang Whoosh Direstrukturisasi hingga 80 Tahun, Cicilan Sekitar Rp1 Triliun per Tahun

Pada hari terakhir menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya juga menargetkan proses pengalihan saham BUMN di KCIC dari Danantara kepada Kementerian Keuangan dapat dilakukan. Langkah tersebut menjadi bagian dari pembahasan pemerintah terkait penanganan struktur pembiayaan proyek kereta cepat.

Advertisement

Namun, setelah Suahasil resmi mengambil alih jabatan Menteri Keuangan, keputusan mengenai arah penyelesaian kewajiban pembiayaan Whoosh berada di bawah kewenangan menteri baru.

Ketika ditanya mengenai panjangnya tenor pembayaran utang proyek tersebut, Purbaya memberikan jawaban bernada seloroh dengan mengaitkannya dengan usia manusia.

“Umur saya enggak sampai 80 tahun, 10 tahun lagi sudah syukur kalau bisa. Ya kita doa saja,” katanya.

Baca Juga : Purbaya Soroti Perusahaan Asing yang Dinilai Meremehkan Aturan Indonesia

Tugas Menteri Keuangan Baru

Persoalan pembiayaan Whoosh kini menjadi bagian dari agenda yang harus dilanjutkan Suahasil. Selain menentukan skema penyelesaian kewajiban utang, pemerintah perlu memastikan penanganan pembiayaan tersebut tetap memperhatikan kondisi fiskal dan kepentingan negara.

Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sebelum dipercaya Presiden Prabowo Subianto memimpin Kementerian Keuangan. Dengan pergantian tersebut, pembahasan mengenai skema pembiayaan dan penyelesaian utang Whoosh akan dilanjutkan di bawah kepemimpinannya.***

Advertisement

 

Exit mobile version