Connect with us

Ekonomi

Tiga Tahun Pertama, Tiket Kereta Cepat Jakarta Bandung Dijual Rugi

Avatar

Diterbitkan

pada

Kereta cepat Jakarta-Bandung segera bisa dinikmati.(ist)

FAKTUAL-INDONESIA : Kereta Cepat Jakarta-Bandung ( KCJB) ditargetkan bisa beroperasi terbatas 21 Juni 2023. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menetapkan tarif KCJB di 3 tahun pertama dengan jarak terdekat Rp 125 ribu.

Harga itu lebih murah dari pengumuman sebelumnya yang minimal Rp 150 ribu. Dan harga itu menurut  Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi adalah harga yang merugi.

“Tarif 3 tahun pertama Rp 250 ribu untuk tarif terjauh, tarif terdekat Rp 125.000 selama 3 tahun,” kata Dwiyana dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (23/11/2022).

“Sebenarnya kalau willingness to pay itu di Rp 350 ribu di stasiun terjauh dan stasiun terpendek Rp 150 ribu, namun 3 tahun pertama kita akan di Rp 250 ribu, tentunya kita harapkan bisa lebih menarik lagi. Jual rugi selama 3 tahun tapi kan selama 50 tahun beda,” ujarnya lagi.

Setelah masa operasional selama 3 tahun, tarif Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan diberlakukan sesuai studi tentang willingness to pay, yakni harga maksimum yang bersedia dibayar pelanggan untuk suatu produk atau layanan.

Advertisement

“Untuk berikutnya strateginya memang sementara ini masih kembali ke studi berdasarkan willingness to pay bahwa memang dengan tarif terjauh Rp 350 ribu dan tarif terendah Rp 150 ribu,” ujarnya.

Nantinya Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan dioperasikan dengan frekuensi 68 rangkaian kereta per hari. Jam operasionalnya mulai pukul 05.30 hingga pukul 22.00 WIB.

“Kapasitas per kereta itu 601 penumpang. Satu rangkaian (terdiri dari) 8 kereta,” sebutnya.

Untuk diketahui, jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki panjang 142,3 km di mana sepanjang jalur terdapat 4 stasiun pemberhentian yaitu Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang dan Stasiun Tegalluar. Kecepatan operasi maksimum mencapai 350 km/jam.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditargetkan bisa operasi terbatas Juni 2023. Progres fisiknya saat ini mencapai 81,66% dan progres investasi mencapai 91,40%.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca