Ekonomi

Purbaya Sebut WFH ASN Disetop Saat Harga Minyak Mulai Stabil

Published

on

Purbaya sebut WFH distop jika harga minyak dunia sudah normal. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan soal kelanjutan kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara akan distop jika harga minyak dunia sudah normal.

Sebagaimana diketahui, kebijakan WFH bagi ASN diterapkan pemerintah sebagai langkah efisiensi imbas melonjaknya harga minyak dunia. Oleh karena itu Purbaya menyebut bahwa pemerintah perlu melihat dulu perkembangan harga minyak sebelum mengambil keputusan.

Menurutnya jika kondisi sudah membaik maka sistem kerja ASN dapat dikembalikan menjadi normal.

“Oh, kita lihat dulu seperti apa perkembangan harga minyak dunia. Kita lihat apakah kita perlu masih ngirit sedikit-sedikit apa enggak. Tapi kalau sudah membaik, ya udah, kita lepas lagi ke normal,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026) kemarin.

Sebagai informasi, WFH bagi ASN berlaku selama satu hari dalam sepekan di hari Jumat yang mulai efektif sejak 1 April 2026. Purbaya menilai pembatasan fisik di tempat kerjacenderung berdampak netral ke positif bagi perekonomian.

Advertisement

“Cuman dampaknya sih mungkin netral ke positif kepada perekonomian, Ada faktor lain yang memperlambat ekonomi, tapi kan kita betulin dalam waktu tidak terlalu lama,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menilai pelaksanaan WFH bagi ASN pada pekan pertama menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.

Meski pekan pertama diklaim berjalan mulus, evaluasi kebijakan ini akan tetap dilakukan secara berkala. Rini menilai secara umum penerapan WFH di instansi pemerintah pusat telah berjalan sesuai dengan kebijakan.

“Sejauh ini catatan kami menunjukkan gambaran yang cukup menggembirakan. Implementasi di instansi pemerintah pusat berjalan kondusif dan mampu mempertahankan kinerja. Hal ini juga merupakan bagian dari pengalaman yang telah kita lakukan sepanjang pandemi COVID-19 yang lalu,” ujar Rini dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (14/4/2026).***

 

Advertisement

Exit mobile version