Ekonomi

Pemerintah Siapkan Penambahan Kuota Magang Nasional 2026–2027

Published

on

Seskab Teddy Indra Wijaya berdiskusi dengan Menaker Yassierli soal pemagangan nasional. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Pemerintah berencana menambah kuota peserta Program Magang Nasional untuk periode 2026–2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas tenaga kerja dan menekan kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Gedung Sekretariat Kabinet RI, Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Seskab Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa pembahasan tidak hanya mencakup penambahan kuota, tetapi juga peningkatan kualitas pelatihan bagi peserta magang. “Untuk periode 2026–2027, pemerintah berencana meningkatkan kuota serta meningkatkan kualitas dan keahlian peserta magang,” ujarnya di Jakarta, Minggu (26/4).

Saat ini, Program Magang Nasional 2025–2026 diikuti sekitar 100.000 peserta, dari total pendaftar yang mencapai kurang lebih 400.000 orang. Tingginya minat tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mempertimbangkan ekspansi program ke depan.

Menurut Teddy, program magang memberikan sejumlah manfaat nyata bagi lulusan perguruan tinggi, mulai dari pengalaman kerja langsung hingga pendampingan oleh mentor profesional. Selain itu, peserta juga mendapatkan uang saku bulanan yang disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP).

Advertisement

“Kesempatan memperoleh pengalaman kerja, belajar dari mentor, serta mendapatkan upah bulanan menjadi daya tarik tersendiri bagi para lulusan untuk mengikuti program ini,” katanya.

Selain program magang, pemerintah juga terus mendorong penguatan pelatihan vokasi, khususnya bagi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK), guna meningkatkan kesiapan mereka memasuki dunia kerja.

Kementerian Ketenagakerjaan juga menjalankan berbagai program peningkatan keterampilan bagi pekerja, termasuk buruh, tenaga alih daya (outsourcing), hingga pekerja rumah tangga, sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan tenaga kerja secara menyeluruh.

Sementara itu, tahap pertama Program Magang Nasional 2025 telah berlangsung sejak 20 Oktober 2025 hingga 19 April 2026. Program tersebut resmi ditutup secara simbolis oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli pada Jumat (24/4).

Dalam kesempatan itu, Yassierli mendorong para peserta yang telah menyelesaikan program untuk terus meningkatkan kompetensi melalui sertifikasi keahlian yang telah disiapkan pemerintah.

Advertisement

“Kepada para peserta, tetap optimis dan semangat. Program ini bukan akhir, masih ada kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi yang dapat mendukung kesuksesan di masa depan,” ujarnya.

Pemerintah berharap melalui perluasan kuota dan peningkatan kualitas program, Magang Nasional dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah tantangan pasar kerja yang semakin kompetitif.***

Exit mobile version