Ekonomi

Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi Bisa Dipercepat Tanpa Tambahan Anggaran

Published

on

Menteri Purbaya yakin pemerintah mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional tanpa harus menambah beban anggaran negara. Pernyataan ini disampaikan menyusul capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I 2026.

Menurut Purbaya, keberhasilan tersebut menunjukkan efektivitas strategi kebijakan yang dijalankan pemerintah. Dengan anggaran yang sama, pemerintah dinilai mampu menciptakan pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding periode sebelumnya.

Sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa waktu terakhir cenderung berada di kisaran 5 persen. Pada triwulan I 2025, pertumbuhan tercatat sebesar 4,87 persen (yoy), lalu meningkat menjadi 5,39 persen (yoy) pada triwulan IV 2025, sebelum akhirnya mencapai 5,61 persen pada awal 2026.

Purbaya menjelaskan, salah satu faktor utama yang mendorong akselerasi tersebut adalah kebijakan penempatan dana pemerintah di sektor perbankan. Pemerintah sebelumnya memindahkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dari Bank Indonesia ke sejumlah bank dengan nilai mencapai Rp300 triliun.

Langkah ini bertujuan untuk memperkuat fungsi intermediasi perbankan, sehingga penyaluran kredit ke sektor riil dapat meningkat dan mendorong aktivitas ekonomi. Ia menyebut pendekatan ini sebagai bentuk “invisible hand”, di mana pemerintah menggerakkan perekonomian tanpa intervensi langsung.

Advertisement

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah dinilai mampu mengoptimalkan peran likuiditas tanpa harus mengeluarkan tambahan anggaran baru. Purbaya menambahkan, strategi ini juga didukung oleh berbagai program lain yang turut memperkuat kinerja ekonomi.

Dengan capaian pada triwulan pertama, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi nasional dapat terus meningkat hingga mendekati 6 persen pada akhir tahun 2026.

Ia menilai tren saat ini menunjukkan bahwa arah kebijakan yang diambil sudah tepat dan mulai memberikan hasil nyata. Jika program-program lanjutan berjalan optimal dan dampaknya semakin terasa, pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan semakin kuat dalam beberapa kuartal ke depan.***

Advertisement
Exit mobile version