Ekonomi
Menteri Airlangga Sebut Ekonomi Indonesia Masih di Jalur Positif

Menko Airlangga sebut ekonomi Indonesia masih stabil. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Inflasi Indonesia masih terkendali. Ekonomi Indonesia saat ini masih berada di jalur positif. Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pada Senin (1/9/2025).
Dia menuturkan, hal ini terlihat dari laporan purchasing managers’ index (PMI) manufaktur pada Agustus 2025. Inflasi Indonesia tetap stabil di kisaran sasaran 2,5±1 persen. Pada Agustus 2025, tercatat deflasi 0,08% (mtm), sementara inflasi tahunan mencapai 2,31%.
Pemerintah juga menjaga harga pangan, khususnya beras, melalui penyaluran beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dengan target 1, juta ton hingga akhir tahun.
Baca Juga : Indonesia – China Business Reception 2025: Menko Airlangga Ungkap Kehadiran Presiden Prabowo dan PM Li Qiang Pertegas Kemitraan
Selain itu, pembiayaan pertanian lewat kredit usaha rakyat (KUR) dan kredit usaha alsintan terus dioptimalkan. Per Agustus, KUR yang tersalurkan mencapai Rp 60,93 triliun dari alokasi Rp 287,47 triliun.
“Pemerintah juga terus berkomitmen untuk menjaga daya beli masyarakat melalui pemberian stimulus ekonomi berupa diskon transportasi yang akan kembali dilanjutkan untuk periode Nataru,” kata Airlangga.
Airlangga menambahkan, neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2025 surplus US$ 4,17 miliar, naik 1,71% dibanding bulan sebelumnya. Kinerja ekspor meningkat 5,6% menjadi US$ 24,75 miliar, lebih tinggi dari impor US$ 20,57 miliar.
Lonjakan ekspor didorong kenaikan harga komoditas utama seperti batu bara, gas alam, kelapa sawit, karet, bijih besi, dan timah, serta produk manufaktur bernilai tambah tinggi seperti kendaraan, mesin, dan alas kaki. Airlangga optimistis surplus perdagangan akan berlanjut.
Baca Juga : Ini 6 Paket Stimulus Pemerintah, Menko Airlangga: Untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II di Kisaran 5%
Sementara itu, PMI manufaktur Indonesia pada Agustus 2025 naik dari 49,2 ke 51,5, kembali ke zona ekspansi setelah empat bulan kontraksi.
“Kembalinya PMI manufaktur ke zona ekspansi menunjukkan terus membaiknya kondisi ekonomi domestik dan optimisme pelaku usaha yang semakin menguat seiring membaiknya kondisi daya beli masyarakat,” pungkas Airlangga.***