Ekonomi

Kewajiban Neto PII Indonesia 2025 Naik ke 272,6 Miliar Dolar AS

Published

on

Bank Indonesia catat kewajiban PII alami peningkatan. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Bank Indonesia (BI) melaporkan Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia sepanjang 2025 mencatat peningkatan kewajiban neto menjadi 272,6 miliar dolar AS. Angka tersebut naik dibandingkan posisi pada akhir 2024 yang tercatat sebesar 245,7 miliar dolar AS.

Dalam keterangan tertulisnya, pada  Selasa (10/3/2026), Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan peningkatan kewajiban neto tersebut terutama dipicu oleh kenaikan posisi kewajiban finansial luar negeri yang lebih besar dibandingkan kenaikan aset finansial luar negeri.

“Peningkatan kewajiban neto PII tersebut bersumber dari kenaikan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) sebesar 61,9 miliar dolar AS atau tumbuh 8,0 persen secara tahunan (year on year), yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN) sebesar 34,9 miliar dolar AS atau 6,7 persen,” kata dia.

BI mencatat kenaikan posisi KFLN terutama dipengaruhi oleh masuknya aliran modal asing dalam bentuk investasi langsung, serta didukung oleh penguatan harga saham domestik. Kondisi tersebut mencerminkan masih terjaganya minat investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Sementara itu, peningkatan AFLN dipengaruhi oleh kenaikan pada seluruh komponen investasi luar negeri Indonesia. Kenaikan tersebut meliputi investasi langsung, investasi portofolio, investasi lainnya, serta cadangan devisa.

Advertisement

Secara triwulanan, kewajiban neto PII Indonesia juga menunjukkan tren peningkatan. Pada akhir triwulan IV 2025, posisi kewajiban neto tercatat sebesar 272,6 miliar dolar AS, naik dari 261,8 miliar dolar AS pada akhir triwulan III 2025.

Pada periode yang sama, posisi KFLN Indonesia tercatat sebesar 831,1 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan 807,3 miliar dolar AS pada triwulan sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh aliran masuk modal asing pada investasi portofolio, investasi langsung, serta investasi lainnya. Selain itu, penguatan indeks harga saham domestik turut berkontribusi terhadap peningkatan nilai kewajiban tersebut.

Di sisi lain, posisi AFLN Indonesia pada akhir triwulan IV 2025 tercatat sebesar 558,5 miliar dolar AS, meningkat dari 545,5 miliar dolar AS pada triwulan III 2025. Kenaikan AFLN didorong oleh peningkatan investasi langsung dan investasi portofolio, serta didukung oleh naiknya harga emas dan indeks saham global.

Secara keseluruhan, BI menilai perkembangan PII Indonesia sepanjang triwulan IV 2025 maupun sepanjang tahun 2025 tetap terjaga dan mampu mendukung ketahanan eksternal perekonomian nasional. Hal tersebut tercermin dari rasio PII terhadap produk domestik bruto (PDB) yang relatif stabil di level 18,8 persen.

Selain itu, struktur kewajiban PII Indonesia juga dinilai sehat karena didominasi oleh instrumen berjangka panjang sebesar 93,2 persen, terutama dalam bentuk investasi langsung.

Advertisement

Ke depan, Bank Indonesia menyatakan akan terus mencermati dinamika ekonomi global yang berpotensi mempengaruhi prospek PII Indonesia.***

Exit mobile version