Ekonomi

Dirut PTDI Tegaskan Fokus Perkuat Kolaborasi Global, Bantah Isu Penjualan ke Pihak Asing

Published

on

Dirut PTDI Tegaskan Fokus Perkuat Kolaborasi Global, Bantah Isu Penjualan ke Pihak Asing

Dirut PTDI Gita Amperiawan. (Foto : istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA : Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Gita Amperiawan menegaskan bahwa perusahaan saat ini berfokus memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri dirgantara global, menyusul mencuatnya pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai rencana penjualan PTDI kepada pihak asing yang disebut pernah muncul di masa lalu.

Gita menjelaskan, Presiden Prabowo memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan industri dirgantara nasional. Menurutnya, arahan Presiden bukan untuk menjual perusahaan, melainkan membangun kemitraan strategis dengan perusahaan-perusahaan penerbangan dunia guna meningkatkan kemampuan industri dalam negeri.

Baca Juga : Penjualan Mobil Indonesia Naik pada Juni 2026, Toyota Tetap Kuasai Pasar

“Presiden sangat mendukung perkembangan PTDI. Beliau mendorong agar PTDI membangun strategi kolaborasi dengan pelaku industri aeronautika global,” ujar Gita di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta Pusat, Rabu (15/7/2026).

Ia mengatakan, arahan tersebut menjadi dasar strategi perusahaan dalam setiap pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) udara. PTDI berupaya memastikan setiap kerja sama memberikan nilai tambah bagi industri pertahanan nasional melalui skema offset atau timbal balik industri serta industrial collaboration agreement.

Baca Juga :  700.000 Orang Berpesta di Jalanan, Mexico City akan Batasi Penjualan Alkohol Selama Piala Dunia

Menurut Gita, pendekatan tersebut bertujuan agar Indonesia tidak hanya menjadi pembeli produk pertahanan, tetapi juga memperoleh alih teknologi, peningkatan kapasitas produksi, serta penguatan daya saing industri dirgantara nasional.

Advertisement

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pada masa lalu terdapat rencana untuk menjual sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) strategis di sektor pertahanan kepada pihak asing. Namun, ia mengaku menolak rencana tersebut.

Dalam pidatonya pada Jumat (10/7), Prabowo menyebut beberapa perusahaan yang sempat dikabarkan akan dijual antara lain PT Dirgantara Indonesia (PTDI), PT PAL Indonesia (Persero), dan PT Pindad (Persero).

Baca Juga : Penjualan Motor Maret 2026 Turun, Terendah Sepanjang Kuartal I

Presiden menegaskan ketiga perusahaan tersebut merupakan aset strategis bangsa yang harus dipertahankan dan dikembangkan. Pemerintah, kata dia, berkomitmen membangkitkan industri pertahanan nasional agar mampu bersaing secara global dan menjadi tulang punggung kemandirian alutsista Indonesia.

Pernyataan Gita Amperiawan sekaligus menegaskan bahwa fokus PTDI saat ini adalah memperluas kerja sama internasional yang saling menguntungkan, bukan membuka peluang penjualan perusahaan kepada investor asing.

Strategi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas industri dirgantara nasional sekaligus meningkatkan kontribusi PTDI terhadap pengembangan teknologi pertahanan Indonesia.***

Advertisement

Exit mobile version