Ekonomi
Wamendag Jerry Sambuaga Luruskan Kripto merupakan Aset Komoditas Bukan Alat Pembayaran

Ilustrasi Kripto. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA: Pemahaman masyarakat tentang kripto sebagai alat pembayaran diluruskan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag)Jerry Sambuaga.
“Kripto bukanlah alat pembayaran, namun komoditas,” kata Jerry dalam forum diskusi di Jakarta, Sabtu (2/4/2022).
Jerry mencermati ada yang mengasosiasikan bahwa kripto adalah alat pembayaran.
“Kripto adalah aset, oleh karena itu komoditi ini ada di bawah Kementerian Perdagangan,” ucapnya.
Kementerian Perdagangan yang berwenang mengatur komoditas kripto, tuturnya, berkoordinasi dengan kementerian lain seperti Kemenparekraf dan Kominfo.
Ada pun aturan terkait kripto di Indonesia diatur di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag.
Setiap produk aset kripto juga harus didaftarkan ke Bappebti, dan setiap jenis aset kripto yang tidak sesuai dengan peraturan Bappebti tidak dapat diperdagangkan di Indonesia.
Bappebti telah mengeluarkan Peraturan Bappebti No. 8/2021 yang memuat syarat Aset Kripto yang dapat diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.
Sementara, aset kripto yang dapat diperdagangkan di dalam negeri mengacu pada Peraturan Bappebti No. 7/2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.
Saat ini Bappebti telah menetapkan 229 jenis aset atau token kripto yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset kripto. Hal itu membuat pedagang aset kripto hanya dapat memperdagangkan jenis aset kripto yang sudah ditetapkan Kepala Bappebti.
Di sisi lain, aset kripto yang belum terdaftar di Bappebti tidak dapat diperdagangkan di Indonesia.
“Kehadiran kripto adalah salah satu hal yang tidak bisa dihindari menyusul kemajuan teknologi saat ini. Yang namanya aset kripto adalah sesuatu yang harus dipahami sebagai aset komoditas,” kata Wamen Jerry.
“Untuk itu, kemajuan yang diperlukan ini perlu dibarengi dengan ekosistem yang baik, sehat dan jelas, yang merupakan hasil dari regulasi dan payung hukum. Perlindungan konsumen adalah prioritas,” ujarnya.***