Connect with us

Ekonomi

Sandiaga Uno Semangati Pengrajin Tenun Bima dan Janjikan Go Internasional

Avatar

Diterbitkan

pada

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno berbincang dengan pengrajin tenun tradisional Bima. (ist)

FAKTUALid  –  Menteri Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno yakin produk rumahan hasil tenun tradisional masyarakat Ntobo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, mampu menembus pasar ekspor.

“Produk tenun tradisional masyarakat Bima sudah cukup luas dikenal. Disisamping produk ini telah melibatkan ratusan penenun dari masyarakat. Pasarnya pun sudah ke Lombok sampai ke Jakarta. Insya Allah, produk ini akan kita bawa ke pasar ekspor,” kata Sandiaga Uno dalam kunjungannya ke kampung tenun di Ntobo, Kabupaten Bima, Minggu (13/6/2021).

Selain melihat dari segi kualitas, jelas Sandiaga Uno, tenun Bima mampu bersaing dengan produk ekspor lain. Produk tenun tradisional masyarakat Ntobo punya daya jual yang khas, yakni coraknya beragam.

“Kita akan dukung produk-produk kreatif yang dari Bima ini bisa dipasarkan hingga kancah internasional,” tutur Sandiaga Uno yang disambut gembira para pengerajin tenun.

Salah satu bentuk dukungan dalam memasarkan produk tenun tradisional khas Bima, Sandiaga Uno mengatakan, Kemenparekraf akan menggeliatkan pemasarannya melalui konten-konten kreatif maupun penjualan via daring.

Advertisement

“Dengan konten kreatif dan penjualannya secara online, kita pastinya bisa tembus pasar ekspor,” tutur Sandiaga Uno.

Dia juga berharap kepada seluruh pihak, khususnya masyarakat lokal untuk membantu memasarkan produk tenun tradisional ini dengan memanfaatkan media sosial yang ada.

“Pandemi COVID-19 ini memaksa kita untuk meningkatkan keterampilan. Bukan hanya membuat, tetapi juga menjual melalui ‘online’ dan menciptakan konten kreatif. Jadi mari kita dukung, karena ini peluang untuk membangkitkan ekonomi kita, menggerakkan ekonomi rakyat, dan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya,” tegas Sandiaga Uno. (***)

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *