Connect with us

Ekonomi

Pascarestrukturisasi, BRI Harus Tetap Beri Prioritas Para Pelaku UMKM

Avatar

Diterbitkan

pada

Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina. Foto : dpr.go.id

FAKTUALid  – “Setelah restrukturisasi yang dilakukan BRI, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus tetap diberikan prioritas sehingga nasabah BRI di segmen ini tetap dominan”.

Hal itu diingatkan oleh anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina di Jakarta, Sabtu (12/6/2021).

Nevi menegaskan setelah restrukturisasi BRI, yang juga terkait dengan BRI Agroniaga yang akan menjadi bank digital bagi Himpunan Bank MIlik Negara (Himbara), maka UMKM harus tetap jadi prioritas.

Menurut Nevi, BRI sangat spesial di perbankan Indonesia karena  paling merata menjangkau seluruh rakyat Indonesia.  Selain itu, BRI juga memiliki nasabah yang pro kerakyatan, berupa para pelaku UMKM yang juga ada di setiap daerah.

“Saya apresiasi BRI menjalankan restrukturisasi sesuai dengan regulasi perpanjangan masa program restrukturisasi hingga tahun depan dengan risiko atas kredit yang disalurkan akibat pandemi COVID-19. Saya berharap tekanan rasio Loan At Risk (LAR) yang juga meningkat dapat diatasi BRI,” ucapnya.

Advertisement

Berdasarkan informasi yang diterima, kata dia, 87 persen restrukturisasi kredit BRI di segmen mikro dan kecil, sebanyak 44 persen pelaku usaha mikro mendapat keringanan pembayaran pinjaman dan 43 persen pelaku usaha kecil meraih hal serupa.

Berkaitan dengan BRI Agroniaga yang akan menjadi Bank Digital bagi Himbara, Nevi sangat berharap jangkauan kerja sama dengan fintech dan pekerja sektor UMKM semakin meluas.

“BRI Agro perlu mendidik para pelaku UMKM agar pengelolaan bisnis mereka memiliki fitur lengkap, yang bukan hanya aplikasi kasir, tetapi ada juga pengelolaan inventori, pelanggan, akutansi, analisa bisnis, dan pesanan online, sehingga para pelaku usaha UMKM langsung bersiap diri menghadapi era serba digital pascapandemi,” ujarnya dilansir antaranews.com.

                             Ada 30 Juta

Sementara itu CEO Regional PT BRI (Persero) Bali Nusra Rudy Andimono menyebutkan ada 30 juta unit UMKM di Tanah Air, yang belum tersentuh bantuan pembiayaan secara formal.

Advertisement

“Seperti yang kita tahu bahwa ada 30 juta UMKM yang secara nasional masih belum tersentuh pembiayaan secara formal. Sehingga dengan sinergi yang akan semakin memperkuat peran kita semua dalam membantu UMKM-UMKM ini untuk bisa melanjutkan aktivitasnya dengan baik tanpa dibebani dengan suku bunga yang tinggi,” katanya.

Rudy menyampaikan BRI sebagai agen pembangunan pemberdayaan UMKM memiliki tanggung jawab untuk membuat UMKM naik kelas.

“Kami sebagai salah satu agen pembangunan pemberdayaan UMKM, bertanggung jawab agar UMKM bisa naik kelas. Mulai dari skala ultramikro yang akan kita naikkan menjadi mikro dan selanjutnya menjadi retail dan mudah-mudahan ada yang bisa menjadi korporasi. Pengusaha harus naik kelas,” tegasnya dalam acara “Jumpa UKM Muda Bali, Sosialisasi Ultra Mikro oleh Gde Sumarjaya Linggih” di Denpasar, Bali, Sabtu (5/6/2021) lalu.

Sementara, Sumarjaya Linggih yang merupakan Wakil Ketua Komisi VI DPR menuturkan dari sisi pemerintah anggaran untuk dukungan UMKM diberikan melalui enam stimulus yakni melalui subsidi bunga UMKM; bantuan produksi di usaha mikro; subsidi imbal jasa penjaminan atau IJP; penempatan dana pada bank umum; dalam bentuk insentif pajak; dan enam restrukturisasi kredit.

Dirinya menginisiasi acara tersebut agar sinergi dan kolaborasi terjalin dengan baik antarpemerintah, akademisi, pelaku bisnis, komunitas bahkan media dan financial institution.

Advertisement

“Agar tercipta ekosistem kondusif dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi nasional sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pelaku mikro dan ultramikro. Ini harus simultan antara kesehatan dan juga ekonominya. UMKM diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang sedang terpuruk ini,” ujar politisi senior Golkar itu. ***

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *