Connect with us

Ekonomi

5 Cara Budidaya Belut Tanpa Lumpur, Sangat Cocok untuk Pemula

Avatar

Diterbitkan

pada

cara budidaya belut

Ilustrasi belut (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Belut merupakan salah satu hewan yang sering dikonsumsi masyarakat. Belakangan ini, banyak orang yang berminat membudidayakan belut. Sama seperti ikan lele dan nila, cara budidaya belut tidak sesulit yang dibayangkan.

Apakah kamu sudah tahu bahwa belut masuk ke dalam kelompok ikan? Ya, belut adalah salah satu hewan yang termasuk ke dalam golongan ikan. Belut diketahui sering dijadikan olahan makanan karena memiliki rasa yang gurih dan kenyal. Selain itu, belut juga mengandung nutrisi yang baik bagi kesehatan.

Apabila kamu tertarik, kamu bisa mengetahui lebih dalam tentang cara budidaya belut tanpa menggunakan lumpur. Meski cara ini memiliki kelamahan karena harus menyiapkan makanan yang cukup, tetapi juga memiliki kelebihan yakni lebih mudah dikontrol saat terserang penyakit.

Bahkan, cara satu ini dapat menurunkan potensi terjadinya kanibalisme antar belut. Lantas bagaimankah cara budidaya belut tanpa lumur?

Baca juga: 5 Cara Budidaya Ikan Mas di Kolam Terpal, Pemula Wajib Tahu

Berikut beberapa cara budidaya belut tanpa lumpur yang telah faktualid.com rangkum dari berbagai sumber.

Advertisement

1. Menyiapkan tempat dan air

cara budidaya belut

Ilustrasi kolam bening atau tanpa lumpur (Foto: Istimewa)

Cara budidaya belut yang pertama dilakukan adalah dengan menyiapkan tempat dan air. Kamu bisa membuat kolam untuk pembesaran belut. Kamu bisa menggunakan kolam terpal atau kolam yang terbuat dari beton sekelilingnya karena hewan ini suka sekali menggali.

Kolam yang tidak menggunakan lumpur akan lebih jernih dan dapat meminimalisir pemborosan tempat. Ketika kolam sudah jadi, siapkan air jernih dengan suhu 25-28 derajat celcius, pastikan tidak mengandung zat kimia.

Gunakan air dengan kadar oksigen yang baik. Sebab, air yang baik dapat mengatur kadar pH sehingga air menjadi stabil dan jernih. terutama untuk bibit belut yang masih kecil.

2. Pemilihan bibit

Memilih bibit menjadi langkah atau cara budidaya belut yang penting untuk diperhatikan. Pasalnya, hal ini akan menentukan dari hasil panen nantinya. Pilihlah bibit yang unggul dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Kondisi belut lincah dan tidak cacat.
  • Berukuran 10-12 cm, usahakan ukurannya sama rata agar dapat menurunkan tingkat kanibalisme.
  • Tidak terlihat pucat.
  • Mengeras ketika dipegang.

Setelah menemukan bibit belut dengan kriteria tersebut, selanjutnya kamu bisa langsung menebar bibitnya dikolam yang sudah disiapkan. Jumlah bibit yang dibutuhkan untuk kolam berukuran 1×1 meter adalah 30 kg, jika menggunakan kolam tanpa lumpur.

3. Pemberian pakan

Cara budidaya belut berikutnya yaitu mengetahui pemberian pakan. Pemberian pakan harus dilakukan secara pas dan teratur akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang belut.  Memberikan pakan terlalu banyak akan membuat air cepat kotor nantinya dapat memicu kanibalisme.

Baca juga: 7 Cara Budidaya Ikan Lele bagi Pemula, Mudah Diterapkan

Terdapat beberapa jenis pakan alami yang baik dan disukai oleh belut, diantaranya cacing merah, limbah ikan, ikan cere, daging ayam cincangan, kecebong, keong sawah atau bekicot, dan ulat hongkong.

Advertisement

Sebagai catatan, selama belut masih memakan pakan yang kamu berikan, jangan ganti pakan. Lakukan pemberian pakan secara rutin sekirtar 3-4 kali sehari. Bibit belur yang semakin membesar, jumlah pakan akan lebih sedikit.

4. Perawatan belut

Selain memberi pakan, cara budidaya belut berikutnya adalah memperhatikan cara perawatannya. Kebersihan air menjadi hal penting ketika membudidayakan belut. Perhatikan kondisi belut dan segera menanganinya saat terserang penyakit.

Ada beberapa tanda-tanda belut terserang penyakit, seperti:

  • Sering bergerak di siang hari.
  • Selalu naik ke permukaan.
  • Aktif menyerang belut lainnya satu sama lain.

Perlu diketahui, belut merupakan salah satu hewan yang mengeluarkan lendir sebagai mekanisme tubuh perlindungan diri. Lendir tersebut ternyata bisa memengaruhi pH air jika diproduksi terlalu banyak.

Maka dari itu, media budidaya belut harus memastikan untuk mengganti atau mensirkulasi air ketika keasaman maksimal melebih 7 (batas keasaman).

5. Masa panen

cara budidaya belut

Ilustrasi panen belut (Foto: Istimewa)

Setelah melakukan cara budidaya belut diatas, saat kamu panen. panen belut ternyata tidak memiliki takaran, karena sekecil apapun belut bisa tetap dinikmati. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, panen bisa dilakukan setelah 3-4 bulan setelah masa perawatan.

Proses panen di kolam tanpa lumpur ini lebih mudah dan praktis daripada metode lainnya. Kamu hanya tinggal mengangkatnya dengan jaring atau dengan cara cara menguras kolam. Sebelum panen, pastikan kamu sudah menyiapkan wadah untuk menyimpan belut-belut tersebut.

Advertisement

Itulah cara budidaya belut di kolam tanpa lumpur. Metode ini sangat cocok diterapkan bagi pemula yang ingin mencoba bisnis membudidayakan belut. Bahkan, kamu bisa untung besar bila cara ternaknya dengan benar.***

Baca juga: 5 Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal untuk Pemula, Mudah Diterapkan dan Menguntungkan

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *