Ekonomi
Kenaikan Sejumlah Komoditas Pacu Inflasi 0,71 Persen di Kota Solo

Kenaikan harga telur pacu inflasi di Kota Solo. (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Kenaikan harga sejumlah komoditas pada Desember 2021, memicu inflasi di Kota Solo. Sejumlah komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, terong, daging ayam ras, telur ayam ras, bayam, minyak goreng, bahan bakar rumah tangga, dan sabun detergen bubuk atau cair, menyebabkan inflasi Kota Solo sebesar 0,71 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,31.
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surakarta, Totok Tavirijanto, kepada wartawan, Selasa (4/1/2022), jika dibandingkan pada bulan yang sama tahun sebelumnya, inflasi kali ini lebih tinggi. Tahun lalu, inflasi sebesar 0,32 persen.
“Ada juga sejumlah komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menghambat inflasi seperti pepaya, pisang, buku tulis bergaris, jeruk, dan anggur,” jelasnya.
Lebih lanjut Totok mengatakan untuk laju inflasi tahun kalender Januari-Desember 2021 tercatat sebesar 2,58 persen. Dari enam kota di Provinsi Jawa Tengah yang dihitung angka inflasinya, pada Desember 2021 tercatat semua kota mengalami inflasi.
“Inflasi tertinggi terjadi di Kota Cilacap sebesar 0,82 persen. Diikuti Kota Purwokerto sebesar 0,74 persen kemudian Kota Surakarta sebesar 0,71 persen. Selanjutnya Kota Tegal sebesar 0,66 persen, Kota Semarang sebesar 0,60 persen, dan Kota Kudus sebesar 0,50 persen,” jelasnya lagi.
Sementara itu, sejumlah kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga di Kota Solo, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau naik 2,57 persen. Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga naik 0,14 persen.
Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,76 persen. Kelompok kesehatan naik 0,02 persen. Kelompok transportasi naik 0,33 persen. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 0,25 persen.
“Sebaliknya untuk kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan turun 0,06 persen. Kelompok rekreasi, olah raga, dan budaya turun 0,18 persen. Sedangkan kelompok pakaian dan alas kaki, kelompok pendidikan, dan kelompok penyediaan makanan, minuman restoran relatif stabil,” pungkasnya. ***