Ekonomi

Waskita Kerja Sama dengan 2 Universitas di Malang Buka Program Magang

Published

on

President Director Waskita Karya Destiawan Soewardjono (kedua kanan) bersama Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Hadi Suyono (kedua kiri) dalam penandatanganan MoU program magang. (Foto: Waskita Karya)

FAKTUAL-INDONESIA: PT Waskita Karya (Persero) Tbk menjalin kerja sama dengan dua universitas di Malang, Jawa Timur, dalam rangka pembukaan Program Magang.

Kerja sama dengan dua universitas ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara Waskita dengan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya dan Fakultas Teknik Universitas Tribhuwana Tunggadewi.

“Saya rasa program magang yang perseroan adakan ini sangat bermanfaat sekali bagi para mahasiswa yang masih bingung setelah lulus hendak kemana. Maka itu, diharapkan setelah mereka magang di Perseroan, ada banyak ilmu dan manfaat yang didapat. Perseroan tidak hanya membuka program magang bagi mahasiswa dari PTN saja namun juga PTS,” kata Presiden Direktur Waskita Destiawan Soewardjono ​dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (21/01/2022).

Waskita berpartisipasi dalam memberikan keterampilan bagi mahasiswa khususnya dari Fakultas Teknik yang akan lulus kuliah dengan cara membuka program magang.

Dalam MoU Waskita dengan Universitas Brawijaya melibatkan 9 jurusan yaitu Jurusan Teknik Sipil Program Studi S1 Teknik Sipil, Jurusan Teknik Mesin Program Studi S1 Teknik Mesin, Jurusan Teknik Pengairan Program Studi S1 Teknik Pengairan, dan Jurusan Teknik Elektro Program Studi S1 Teknik Elektro.

Advertisement

Kemudian ada pula Jurusan Arsitektur Program Studi S1 Arsitektur, Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Program Studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota, Jurusan Teknik Industri Program Studi S1 Teknik Industri, Jurusan Teknik Kimia Program Studi S1 Teknik Kimia, Jurusan Profesi Keinsinyuran Program Studi Program Profesi Insinyur.

“Sementara dengan Universitas Tribhuwana Tunggadewi, tujuan dari MoU kami adalah untuk melaksanakan secara sinergi dan mutual cooperation kegiatan dalam pelaksanaan magang kerja mahasiswa, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Destiawan.

Program magang ini nantinya mengandung 20 SKS dan sudah sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

“Program ini juga sejalan dengan program dari Mendikbud yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang pada waktu itu merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ,” kata  Destiawan. ***

Advertisement
Exit mobile version