Home Ekonomi Tingkatkan Produksi Bawang Putih, BI Solo Dorong Petani Gunakan Teknologi

Tingkatkan Produksi Bawang Putih, BI Solo Dorong Petani Gunakan Teknologi

oleh Dwipraya

Pelatihan yang dilakukan BI Solo bersama Dinas Pertanian Boyolali untuk meningkatkan produksi bawang putih. (Foto: Istimewa).

FAKTUALid – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo mendorong pengembangan tanaman bawang putih varietas Tawangmangu Baru di wilayah Senden, Selo, Boyolali. Salah satu kendala budidaya bawang putih adalah produksi umbi benih bawang putih yang memerlukan masa dormansi relatif lama yaitu 5-6 bulan.

Sebagai upaya mengatasi hal tersebut, BI Solo bersama Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali menyelenggarakan kegiatan capacity building untuk kelompok petani anggota klaster bawang putih dari Kabupaten Boyolali dan Karanganyar, Senin (14/6/2021).

“Pelatihan difokuskan untuk penerapan Good Agricultural Practices (GAP), teknologi pertanian dengan perlakuan Ultrafine Bubbles dan teknologi penyinaran lampu ultraviolet untuk budidaya bawang putih,” jelas Kepala KPwBI Solo, Nugroho Joko Prastowo.

Kegiatan tersebut melibatkan Pakar Teknologi Ultrafine Bubbles dari Institut Pertanian Bogor dan innovator penyinaran ultraviolet tenaga surya untuk lahan pertanian bawang putih dari Universitas Brawijaya Malang. 

Capacity building ini akan dilanjutkan dengan pembuatan demonstration plot/demplot uji coba perlakuan teknologi ultrafine bubbles sebagai media pembelajaran bagi kelompok tani. 

“Peserta juga mempraktikkan teknologi penyinaran lampu ultraviolet untuk meningkatkan produktivitas bawang putih,” katanya.

Penggalakan kembali produksi bawang putih lokal merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi dengan meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan impor. 

Pihaknya berharap ke depan keberadaan bawang putih lokal yang masih dianggap kurang berkualitas dibanding bawang putih impor dapat dipatahkan melalui pengembangan varietas bawang putih unggul berdasarkan kualitas produk, fisik, dan harga yang bersaing.

“Selain itu, keberadaan para petani milenial di Senden dapat menjadi penyemangat generasi milenial untuk menekuni dunia pertanian sebagai jawaban atas tantangan pertanian akan minimnya generasi muda petani,” jelasnya lagi.

Bank Indonesia Solo sejak empar tahun lalu melakukan pengembangan bawang putih varietas Tawangmangu Baru di Desa Pancot, Kalisoro, Tawangmangu. Sejak Desember 2020 varietas ini direplikasi ke wilayah Senden, Selo, Boyolali sebagai uji coba di lahan demonstration of plot/demplot.

Keberhasilan uji coba ini diharapkan dapat mendorong petani di wilayah Senden yang merupakan milenial untuk kembali membudidayakan bawang putih.

“Potensi pengembangan bawang putih di dua Kabupaten tersebut cukup besar mengingat kedua kabupaten ini juga merupakan salah satu sentra produksi hortikultura di Jawa Tengah,” katanya lagi. 

Pelatihan diikuti oleh 30 peserta dari Klaster Bawang Putih Argoayuningtani Senden Dan 10 peserta Klaster Bawang Putih Tawangmangu Taruna Tani Maju yang diketuai penangkar bibit bawang putih, Bedjo Suprianto. Pembukaan Pelatihan oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Solo Dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, Bambang Jianto. (Uti Farinzi) ***

Tinggalkan Komentar