Home Ekonomi BI Solo Beri Pelatihan Pengelolaan Keuangan ke Klaster Batik Girilayu

BI Solo Beri Pelatihan Pengelolaan Keuangan ke Klaster Batik Girilayu

oleh Dwipraya

Perajin batik Girilayu mengikuti pelatihan pengelolaan keuangan dari BI Solo. (Foto : istimewa)

FAKTUALid –  Bank Indonesia (BI) Solo melakukan pelatihan pengelolaan keuangan bagi klaster batik Paguyuban Giriarum, Girilayu, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (16/6/2021).

Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI (KPwBI) Solo, Nugroho Joko Prastowo, selama ini masih banyak pengrajin batik yang tidak bisa mengelola keuangan.

“Dari sisi manajemen keuangan, mereka masih sering mencampur uang pribadi dan usaha. Sehingga tidak menguntungkan,” jelas Nugroho di sela-sela pelatihan.

Sebelumnya,BI Solo juga telah melakukan pelatihan dan pendampingan untuk sisi produksi dan marketing. 

“Klaster batik Girilayu ini merupakan batik premium, jadi kalau mereka merasa tidak menguntungkan khawatirnya mereka akan berhenti membatik dan akhirnya Batik Girilayu ini akan mati,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut Nugroho mengatakan edukasi untuk meningkatkan literasi keuangan ini untuk mempersiapkan anggota paguyuban agar dapat memanfaatkan produk-produk perbankan. Untuk kegiatan produktif yang dapat meningkatkan usaha.

“Meskipun sebagian besar anggota telah memiliki rekening di bank, namun pemanfaatannya belum digunakan untuk kegiatan produktif ataupun untuk menabung,” katanya.

Selain itu,  meski sudah terakses perbankan, anggota paguyuban hanya mengenal bank sebagai perantara dana bantuan sosial nontunai yang mereka terima.  Bansos, masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan  belum dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif, seperti modal usaha.

Dalam pelatihan dan pendampingan itu, BI Solo menggandeng Rumah Zakat Solo. Selain memberikan pelatihan tentang manajemen keuangan, pada kesempatan itu juga diberikan edukasi QRIS.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Karanganyar,  Titis Sri Jawoto, pada kesempatan yang sama mengatakan pihaknya menyambut baik sinergi yang dilakukan bersama BI Solo tersebut.

“Mengembangkan usaha tidak mudah, apalagi mem branding. Walaupun sudah memiliki modal dasar, produk sudah spesifik kalau tidak ditunjang dengan kolaborasi sinergitas tidak akan maksimal. Kalau kolaborasi dengan BI Solo yang sudah mendampingi pasti lebih banyak berhasilnya,” pungkasnya. (Uti Farinzi) ***

Tinggalkan Komentar