Ekonomi
Indosat Business Connex Webinar Series 2022 Hadirkan Ahli Industri Manufaktur Dan Supply Chain

Suasana disela webinar.
FAKTUAL-INDONESIA: Indosat Ooredoo Hutchison kembali menggelar Indosat Business Connex Webinar Series 2022. Event ini akan membahas fenomena proses produksi dan distribusi, serta strategi oleh para ahli di industri manufaktur dan supply chain.
Menurut Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Bayu Hanantasena, pihaknya menghadirkan Indosat Business Connex Webinar Series 2022 sebagai wadah solusi digital di sektor industri tanah air untuk bangkit bersama dari pandemi Covid-19. “Kami berharap diskusi ini menghasilkan manfaat yang dapat diimplementasikan bagi perindustrian di Indonesia agar tetap kompetitif dalam perjalanan menuju industri 4.0,” ujarnya, Kamis (10/3/2022).
Rangkaian webinar Indosat Ooredoo Hutchison ini dihadiri oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementrian Perindustrian, Taufiek Bawazier, IT Director Diamond Group, Joanito Iwan, Direktur Pengembangan PT Industri Kereta Api (Persero), Agung Sedaju, Plant Manager PT. Vinilon Jaya Sakti, Antonius Prakosa Hanantoputra. Termasuk Representatif Google Indonesia, Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Bayu Hanantasena, serta SVP-Head of Marketing & Channel Management Indosat Ooredoo Hutchison, Linggajaya Budiman selaku pembicara dan moderator.
Dia menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan implikasi jangka panjang pada supply chain global karena telah mengubah cara masyarakat serta industri supply chain bekerja dengan adanya kebijakan lockdown dan pembatasan mobilisasi antar negara di seluruh dunia. Berdasarkan sejumlah penelitian, 97% perusahaan produk industri merasakan bahwa pandemi berdampak negatif pada bisnis perusahaan.
Sebagian besar produsen juga telah melaporkan peningkatan biaya selama pandemi untuk mendapatkan bahan baku, beradaptasi dengan perubahan peraturan ketenagakerjaan, serta tarif pengiriman yang lebih tinggi. Untuk itu, industri manufaktur dan supply chain perlu beradaptasi agar selalu siap beroperasional di segala kondisi, yang salah satu kuncinya adalah menggunakan inovasi teknologi dan mempersiapkan perusahaan untuk masuk ke industri 4.0.
Indosat Business Connex Webinar Series 2022 menawarkan berbagai solusi bisnis digital. Mulai dari Hybrid Cloud Services (Hybrid Cloud, Cloud Collaborations), Security Solutions (Security Operations Center), IoT (Smart Manufacturing, Smart Power Management, Asset Management Coldchain, Next Fleet), Meet Team Pro (dengan Google Workspace), serta Managed SD-WAN yang dapat menyederhanakan dan mengoptimalkan penerapan layanan perusahaan melalui layanan berbasis cloud yang aman dan nyaman.
Solusi tersebut dapat diaplikasikan oleh seluruh ukuran bisnis di Indonesia, mulai dari usaha kecil hingga menengah, startup, perusahaan besar, maupun institusi pemerintah yang bergerak di bidang apapun. Seluruh ukuran bisnis dapat merasakan manfaat digitalisasi yang di antaranya dapat membantu meningkatkan ketersediaan, produktivitas, dan kualitas produk hingga 10%, melakukan pemantauan real-time di berbagai tempat untuk pemeliharaan yang prediktif, hingga melakukan rekonsiliasi data, dan masih banyak kemudahan lainnya.
Dalam kesempatan yang sama, Indosat Ooredoo Hutchison juga mengumumkan kerjasama dengan Google untuk menghadirkan Meet team Pro layanan aplikasi Cloud dan Business Application (GWS) bagi para pelanggan. Menyambut kemitraan ini, Indosat Business Connex Webinar Series 2022 memberikan penawaran menarik bagi para peserta webinar berupa potongan harga berlangganan Meet Team Pro GWS for Business bagi para pengguna baru.
Acara Indosat Business Connex Webinar Series 2022 hari ini turut ditandai dengan penandatanganan kontrak kerjasama antara Indosat Ooredoo Hutchison dan PT. INKA (Persero) dalam penyediaan solusi informasi komunikasi dan Internet of Things (IoT) di sistem transportasi. Hasil dari kerjasama tersebut akan ditunjukan kepada peserta G-20 untuk menggambarkan bagaimana IoT dari sistem transportasi di Indonesia telah berkembang pesat seperti di negara industri maju lainnya.***