Ekonomi
Entaskan Kemiskinan, Jatim Luncurkan Program Peti Koin Bermantra

Suasana saat peluncuran Program Peti Koin Bermantra. (Foto: Istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Pemprov Jatim melaunching Program Pemberdayaan Ekonomi Kolaboratif, Inklusif, Berkelanjutan, Mandiri Dan Sejahtera (Peti Koin Bermantra) untuk mendorong pengurangan kemiskinan dan mendukung terwujudnya Jatim Bangkit. Program ini merupakan pengembangan keberlanjutan dari Anti Poverty Program (APP) yang sudah berjalan selama 17 tahun di 17 Kabupaten di Jawa Timur.
Penjabat (Pj) Sekdaprov Jawa Timur, Wahid Wahyudi, Peti Koin Bermantra merupakan pemberdayaan ekonomi yang diperuntukkan bagi penduduk miskin produktif yang bekerja di sektor pertanian dalam arti luas, khususnya di wilayah pedesaan melalui pendekatan keperantaraan pasar. “Semoga melalui The New APP ini menjadi sebuah bagian dari upaya luhur kita bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Jum’at ( 25/2/2022).
Peti Koin Bermantra disebut sebagai jawaban atas tantangan dan dinamika pembangunan, dengan tetap mengadopsi dan mengadaptasi model Keperantaraan Pasar yang juga telah teruji pada program sebelumnya. Meski format APP di tahun sebelumnya telah memberikan dampak signifikan bagi peningkatan taraf hidup masyarakat, hasil dari evaluasi juga merekomendasikan dirasa perlu perbaikan dari APP ini agar semakin meluas.
Oleh sebab itu, lanjut Wahid, format terbaru APP melalui Peti Koin Bermantra dipandang tepat dan telah teruji sesuai dengan target program pengentasan kemiskinan yang difokuskan kepada peningkatan pendapatan masyarakat miskin di Jawa Timur.
Menurut Wahid Wahyudi, pengentasan dan penurunan kemiskinan masih akan terus menjadi tujuan prioritas dari Pemprov Jatim. Walaupun pada tahun 2021 lalu, Jatim berhasil menurunkan angka kemiskinan sebanyak 313.000 jiwa, atau berkontribusi sebesar 30% dari jumlah penurunan nasional, kemiskinan nyatanya masih menjadi PR bagi seluruh jajaran Pemprov Jatim. “Prestasi ini pastinya perlu dijadikan penyemangat bersama untuk bersama-sama bangkit dari keterpurukan ekonomi selama pandemi,” ujarnya.
Tak hanya melaunching program baru Peti Koin Bermantra, dalam kesempatan yang sama, juga bersamaan dengan berakhirnya program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan atau KOMPAK di Jawa Timur. Untuk itu, Pj Sekdaprov Wahid juga menyampaikan terima kasih atas kerja bersama antara Pemprov Jatim dengan Pemerintah Australia (DFAT) serta Bappenas selama ini melalui program KOMPAK sejak 2016 silam.
Sementara itu, Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas RI, Pungky Sumadi melalui layar virtual mengatakan, banyak program mendukung Optimis Jatim Bangkit sekaligus mendukung kebijakan nasional menghapus kemiskinan ektrem di tahun 2024. Dia berharap, program ini mampu mendorong kolaborasi bukan hanya antar OPD melainkan kabupaten/kota untuk menurunkan kemiskinan dengan lebih baik.
Menurutnya, program ini harus dijaga dan dikembangkan melalui inovasi dan mereplikasi yang telah diletakkan oleh Kompak yang diwujudkan oleh Peti Koin Bermantra. “Saya menyambut baik, program yang dilakukan oleh Bappeda Prov. Jatim untuk menanggulangi kemiskinan melalui adopsi kesetaraan pasar dengan tujuan mempercepat pemulihan ekonomi,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Bappeda Provinsi Jatim, M Yasin juga menyatakan rasa terima kasih atas adanya program KOMPAK dari pemerintah pusat. Dirinya turut bangga karena Bappeda Jawa Timur bisa menjadi bagian dalam program penting tersebut.***