Connect with us

Ekonomi

Dioperasikan Lagi, Pasar Turi Mampu Menampung 6.000 Pedagang

Avatar

Diterbitkan

pada

Petugas saat melakukan pengecekan Pasar Turi yang akan dioperasikan lagi.

FAKTUAL-INDONESIA: Pasar Turi akan kembali beroperasi pada 22 Maret 2022 mendatang memiliki daya tampung lebih banyak dibanding sebelumnya. Penambahan daya tampung pasar legendaris ini dari sebelumnya 4.000 pedagang menjadi 6.000 pedagang ini diharapkan bisa menghidupkan kembali aktifitas perdagangan dan ekonomi di pusat perbelanjaan dan grosir terbesar di Surabaya tersebut.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi berharap, Pasar Turi ini bisa menjadi pusat perdagangan yang menjadi rujukan penjual dan pembeli seperti sebelumnya. “Rencananya (dibuka) tanggal 22 Maret, minta doanya semoga pas waktunya agar warga Surabaya bisa bernostalgia di Pasar Turi Surabaya,” ujarnya, Jumat (4/3/2022).

Menurut Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos, pengecekan dilakukan di semua lantai di bangunan berlantai 9 tersebut. Pengecekan di antaranya pada hasil kajian kelayakan struktur bangunan dari Tim ITS.

Termasuk, lampu penerangan gedung, perbaikan keramik lantai, dinding kaca pembatas void dan railingnya, ekskalator serta lift. Demikian juga dengan fasilitas toilet dan kelengkapannya, sarana dan prasarana pemadam kebakaran, fasilitas ventilasi dan air conditioner seluruh gedung hingga fasilitas genset dan perlengkapannya.

Menurut GM Pasar Turi Surabaya, Teddy Supriyadi, sejauh ini proses pembangunan gedung seluruh sudah rampung, dan tinggal tahap finishing, renovasi dan perbaikan saja. Terkait pemindahan pedagang dari tempat penampungan sementara ke dalam areal Pasar Turi, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Pemkot Surabaya serta instansi terkait lainnya.

Advertisement

Dari pendataannya bersama pemkot, sejauh ini pedagang yang akan dipindahkan dari tempat penampungan sementara ke dalam areal Pasar Turi sebanyak 156 pedagang. “Dari total itu, sebagian sudah memiliki stan. Ada juga pedagang luar, bukan pedagang lama. Kami tetap mengupayakan agar semuanya tertampung,” ujarnya.

Pasar Turi ini memiliki 189 stan food court yang terletak di lantai empat. Dari jumlah tersebut, stan yang terjual sebanyak 87 unit.

Informasi yang dihimpun menyebutkan pada periode 1942 hingga 1945, Pasar Turi lebih dikenal sebagai pasar loak. Tahun 1950 hingga 1970-an, Pasar Turi tetap dikenal sebagai pusat jual-beli barang bekas. Namun, di Tahun 1950 itu, Pasar Turi terbakar.

Pada periode 1950 hingga 1960-an, Presiden Soekarno mengkampanyekan anti barang impor dan semuanya harus diproduksi putra bangsa. Barang-barang temuan baru, seperti sabun batangan, sabun tolet, sabun cair produksi lokal mulai bermunculan dan kali pertama dikenalkan di Pasar Turi.

Pasar Turi kembali mengalami kebakaran 11 Maret 1969. Padahal saat itu, Pasar Turi sudah menjadi supplier barang-barang keperluan di daerah Jawa Timur, bahkan sampai Bali dan Lombok.

Advertisement

Kebakaran kembali menimpa Pasar Turi pada 2 Mei 1978. Selanjutnya, kebakaran hebat terjadi lagi pada 9 September 2007 dan terakhir pada pertengahan September 2012. Pasar Turi itu sudah mulai dibangun kembali dan seharusnya selesai pada 2014. Tapi karena karena terjadi konflik antara pedagang dengan investor, akhirnya pembangunan pasar itu tak kunjug tuntas hingga sekarang.***

Lanjutkan Membaca