Ekonomi

Wamen Yuliot Tinjau PT Sumber Organik, TPA Benowo Surabaya Mengubah Sampah Menjadi Emas Hitam dan Energi

Published

on

PT Sumber Organik yang membangun dan mengoperasikan Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Benowo, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), jadi contoh nyata sampah bisa berubah menjadi emas hitam dan energi. (Kementerian ESDM)

PT Sumber Organik yang membangun dan mengoperasikan Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Benowo, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), jadi contoh nyata sampah bisa berubah menjadi emas hitam dan energi. (Kementerian ESDM)

FAKTUAL INDONESIA: Wakil Menteri ESDM Yuliot meninjau PT Sumber Organik yang membangun dan mengoperasikan Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di tempat pembuangan akhir (TPA) Benowo, Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

Di sinilah di TPA Benowo terbukti nyata bahwa sampah bisa “berubah wujud” menjadi emas hitam dan energi. Dikelola oleh PT Sumber Organik, fasilitas ini mampu mengolah 1.600 ton sampah per hari, baik sampah baru maupun timbunan sampah lama.

Tak berhenti di listrik, kini di lokasi yang sama tengah dibangun fasilitas Waste to Fuel oleh PT Prakarsa Energi Sejahtera (SEP). Inovasi ini akan menyulap sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak Terbarukan (BBMT) setara diesel.

Bagaimana cara kerjanya?

  1. Handpicking: Sampah plastik dipilah secara manual.
  2. Pirolisis: Plastik dipanaskan dengan teknologi tinggi.
  3. Flue Gas Treatment: Memastikan emisi gas buang tetap aman bagi lingkungan sesuai standar kementerian.
  4. Hasil Akhir: Produksi BBMT diproyeksikan mencapai 60-70 kiloliter per hari

“Pengelolaan sampah perkotaan merupakan kegiatan prioritas yang mendapat pantauan langsung Bapak Presiden Prabowo. Karena itu, diperlukan upaya yang serius dan sistematis agar sampah perkotaan tidak lagi menjadi sumber masalah, melainkan justru memberi manfaat,” ujar Wamen  Yuliot, Rabu (15/4/2026), seperti dilansir laman Kementerian ESDM, Kamis.

Yuliot menambahkan, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 sebagai payung hukum untuk mempercepat penanganan sampah perkotaan melalui pengolahan sampah menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan.

Advertisement

Presiden Prabowo Pacu 34 Kota

Indonesia kini sedang berpacu dengan waktu. Gunungan sampah yang kian menjulang di berbagai daerah bukan lagi sekadar pemandangan kumuh, melainkan ancaman nyata yang siap “meledak”. Pemerintah memproyeksikan hampir seluruh TPA di tanah air akan mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity) paling lambat pada tahun 2028.

Merespons kondisi darurat ini, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah taktis. Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah resmi mendorong percepatan pembangunan unit pengolahan sampah menjadi energi atau Waste to Energy (WtE) secara masif di seluruh penjuru negeri.

34 Kota dalam Dua Tahun

Tak main-main, pemerintah menargetkan pembangunan 34 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di 34 kota besar selama periode 2026-2027. Langkah ini diperkuat dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 sebagai payung hukum percepatan teknologi ramah lingkungan.

Advertisement

ASRI Bukan Sekadar Slogan

Dalam Rapat Koordinasi Nasional 2026, Presiden Prabowo juga memperkenalkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Gerakan nasional ini dirancang untuk mengubah pola pikir masyarakat sekaligus mempercepat infrastruktur sanitasi.

Presiden mengingatkan bahwa waktu kita tidak banyak. “Hampir semua TPA akan overcapacity pada 2028, bahkan bisa lebih cepat jika kita tidak melakukan terobosan signifikan sekarang,” ujar Presiden dengan nada peringatan.

Lingkungan Bersih, Energi Terjamin

Pembangunan 34 proyek WtE ini diharapkan menjadi jawaban atas dua masalah sekaligus: krisis lahan sampah di perkotaan dan kebutuhan energi terbarukan yang mendesak.

Advertisement

Dengan teknologi yang sudah teruji di Benowo, pemerintah optimistis target 2027 dapat tercapai, sehingga prediksi “Kiamat TPA” di tahun 2028 bisa kita hindari. Saatnya Indonesia tidak hanya bicara soal kebersihan, tapi juga kemandirian energi berbasis kerakyatan. ***

Exit mobile version