Connect with us

Ekonomi

TVS Motor Indonesia Tembus 1 Juta Unit, Menperin AGK: Mesin Pertumbuhan yang Perlu Dijaga dan Diperkuat

Gungdewan

Diterbitkan

pada

TVS Motor Indonesia Tembus 1 Juta Unit, Menperin AGK: Mesin Pertumbuhan yang Perlu Dijaga dan Diperkuat

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK), Kementerian Perindustrian menyampaikan apresiasi atas pencapaian produksi 1 juta unit kendaraan oleh PT TVS Motor Company Indonesia. (Kemenperin)

FAKTUAL INDONESIA: Menyambut pencapaian PT TVS Motor Company Indonesia memproduksi satu (1) juta unit kendaraan, Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK), menegaskan bahwa sektor manufaktur tetap menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi.

Menperin AGK mengemukakan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan apresiasi atas pencapaian produksi 1 juta unit kendaraan oleh PT TVS Motor Company Indonesia. Tonggak ini merupakan kontribusi penting dalam memperkuat struktur industri kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga nasional, sekaligus memperluas kapasitas ekspor dan penggunaan komponen dalam negeri.

“Sektor industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif sebagai penggerak utama perekonomian nasional,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Baca Juga : IKM Furnitur Yogya Tembus Pasar Eropa, Menperin AGK Mengungkapkan Pemerintah Terus Melakukan Pembinaan dan Pendampingan

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung perekonomian nasional sepanjang tahun 2025. Sektor industri pengolahan tercatat sebagai kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan porsi mencapai 19,07 persen.

Dari sisi pertumbuhan, kinerja industri pengolahan juga menunjukkan perkembangan yang stabil dan berkelanjutan. Pada 2023, sektor ini tumbuh 4,64 persen, kemudian berada pada level 4,43 persen pada 2024, dan meningkat signifikan menjadi 5,30 persen pada 2025.

Advertisement

”Momentum pertumbuhan ini perlu terus dijaga melalui penguatan struktur industri, peningkatan investasi, serta percepatan transformasi menuju industri yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan,” ungkap AGK.

Sukses PT TVS Motor Company Indonesia mewujudkan produksi kendaraan ke-1 juta unit di fasilitas manufaktur  Karawang, Jawa Barat, menjadi cacatan tinta emas industri otomotif tanah air. Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata resiliensi dan daya saing manufaktur Indonesia di kancah global.

Sejak mengaspal di Indonesia pada 2007, anak perusahaan TVS Motor Company India ini tidak main-main dalam menanamkan modalnya. Hingga saat ini, total investasi yang dikucurkan mencapai USD 250 juta atau setara dengan Rp4,12 triliun.

Baca Juga : Copot Jabatan Tersangka Kasus Penyimpangan Ekspor CPO dan POME, Menperin AGK Terus Perkuat Pengawasan Internal

Dampak ekonominya pun terasa luas:

  • Tenaga Kerja: Menyerap ratusan pekerja langsung dan memberikan penghidupan bagi sekitar 8.000 tenaga kerja tidak langsung lewat jaringan vendor dan distributor.
  • Basis Global: Indonesia kini resmi menjadi basis produksi global TVS di luar India dan Inggris.
  • Pasar Ekspor: Produk Karawang ini telah melanglang buana ke ASEAN, Amerika Latin, Timur Tengah, hingga Afrika.

Jagoan TKDN dan Kendaraan Listrik

Direktur Jenderal ILMATE Kemenperin, Setia Diarta, menyoroti kepatuhan TVS terhadap regulasi lokal, terutama terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Advertisement

“Produk TVS telah memenuhi persyaratan TKDN dan mulai digunakan dalam pengadaan pemerintah, termasuk pengadaan 700 unit motor roda tiga untuk program Koperasi Desa Merah Putih,” ungkap Setia saat menghadiri seremoni di Karawang.

Baca Juga : Kemenperin: Kekayaan Intelektual Kunci Produk IKM Tembus Pasar Dunia

Tak berhenti di mesin konvensional, TVS kini mulai tancap gas di sektor kendaraan listrik (EV). Mereka telah memulai produksi motor listrik dan pembangunan lini produksi battery pack. Langkah ini sejalan dengan ambisi pemerintah untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang mandiri dan ramah lingkungan.

Masa Depan Cerah Otomotif Indonesia

Tahun 2025 lalu, pasar domestik roda dua mencatatkan penjualan fantastis sebanyak 6,4 juta unit. Dengan pertumbuhan ekspor yang mencapai nilai Rp10,5 triliun, posisi Indonesia sebagai pemain kunci otomotif dunia semakin sulit digoyahkan.

Capaian 1 juta unit oleh TVS ini diharapkan menjadi pemantik bagi pelaku industri lain untuk terus berekspansi, meningkatkan penggunaan komponen lokal, dan membawa nama Indonesia lebih harum di pasar otomotif internasional. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement