Ekonomi

Rupiah Hari Kamis 3 September 2026: Keluar dari Tekanan Menguat 84 Poin, Besok Cermati 2 Sentimen Kunci

Published

on

Rupiah berhasil memberikan perlawanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sehingga terus bergerak menguat dari pembukaan hingga penutupan perdagangan valuta asing Kamis (3/9/2026). (Foto: Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA:  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berhasil keluar dari tekanan dan ditutup menguat signifikan pada perdagangan Kamis (3/9/2026). Pergerakan ini memberikan angin segar bagi pasar keuangan domestik menjelang akhir pekan.

Berdasarkan data perdagangan antarbank Kamis sore, rupiah menguat 84 poin atau 0,47 persen hingga parkir di level Rp17.679 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya.

Penguatan rupiah sudah terpantau sejak pembukaan perdagangan valuta asing, Kamis pagi, ketika bergerak menguat 50 poin atau 0,28 persen menjadi Rp17.713 dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.763 per dolar AS.

Menguat juga posisi rupiah pada Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia dengan bergerak naik ke level Rp17.689 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.770 per dolar AS.

Untuk kawasan regional, penguatan rupiah mengikuti barisan mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS seperti yen Jepang yang menguat  1,34%, baht Thailand (0,65%), rupee India (0,52%), dolar Singapura (0,22%), won Korea ( 0,11%), peso Filipina (0,06%), yuan China (0,03%) dan dolar Hong Kong (0,003%).

Sedangkan  yang melemah terpantau  dolar Taiwan merosot (0,10%) dan ringgit Malaysia ( 0,007%).

Advertisement

Faktor Pendorong Penguatan Rupiah

Perkasanya rupiah hari ini menurut Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi karena pasar turut mencermati kepemimpinan Destry Damayanti yang resmi menjabat sebagai Gubernur BI.  Dalam sidang penetapannya, ia menyatakan komitmen untuk menjaga kebijakan moneter tetap responsif terhadap berbagai tantangan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan.

Dari luar negeri, pergerakan rupiah juga dipengaruhi perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang masih berlangsung. Meski ketegangan di Timur Tengah berpotensi meningkatkan risiko terhadap pasar keuangan global, rupiah mampu bertahan dari tekanan.

“Kekhawatiran baru bahwa eskalasi konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Iran dapat semakin mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah. Pasukan AS menyerang wilayah pesisir selatan Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang posisi-posisi AS di berbagai wilayah kawasan tersebut. Ini merupakan aksi saling serang paling intens antara kedua negara sejak Juli,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Selain itu, kata Ibrahim seperti dilansir beritasatu.com, penguatan rupiah turut didukung pelemahan dolar AS setelah rilis data pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan perlambatan.

Advertisement

Ibrahim menambahkan, pelaku pasar juga terus mencermati arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed).

Menurutnya, spekulasi pasar mengenai kebijakan suku bunga masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan mata uang global.

Penguatan mata uang Garuda pada perdagangan hari ini didorong oleh gabungan faktor eksternal dan kondisi fundamental dalam negeri yang tetap solid:

  • Sinyal Melundaknya Sentimen Global: Dolar AS mengalami pelemahan terbatas meny menyusul rilis data ekonomi Amerika Serikat yang memberikan sinyal pereda tekanan bagi mata uang negara berkembang.
  • Arus Modal Masuk (Capital Inflow): Aliran dana asing yang kembali masuk ke pasar Surat Berharga Negara (SBN) serta pasar saham domestik memperkuat posisi likuiditas valas di tanah air.
  • Stabilisasi Bank Indonesia: Komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi terukur di pasar spot dan DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) memberikan dorongan rasa percaya diri bagi para pelaku pasar.

Prediksi Jumat, 4 September 2026

Memasuki hari perdagangan terakhir di pekan ini, Jumat (4/9/2026), pergerakan rupiah diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren positif, meski tetap dibayangi aksi konsolidasi atau profit taking tipis oleh investor.

Ibrahim memprediksi bahwa mata uang rupiah akan bergerak fluktuatif pada perdagangan selanjutnya dan berpotensi ditutup menguat dalam rentang Rp17.630-Rp17.680 per dolar AS.

Advertisement

Proyeksi Pasar

Para analis memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung menguat terbatas di rentang berikut:

  • Support Level:620 per dolar AS
  • Resistance Level:730 per dolar AS

Sentimen Kunci yang Perlu Dicermati Besok:

  1. Rilis Data Tenaga Kerja AS: Pasar mengantisipasi rilis data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payrolls) yang dapat memengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
  2. Kinerja Indeks Saham Gabungan (IHSG): Pergerakan positif di bursa saham domestik besok diperkirakan akan menyokong daya tarik aset berdenominasi rupiah. ***
Exit mobile version