Ekonomi

Rakor Kesiapan Idulfitri 2026, Mendag Busan Jamin Harga Bahan Pokok Stabil, Minyakita Mulai Jinak!

Published

on

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) menegaskan, harga barang kebutuhan pokok (bapok) secara nasional relatif stabil menjelang Idulfitri 1447 Hijriah dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Menjelang Idulfitri di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian RI (Lemdiklat Polri), Jakarta, Senin, (2/3/2026). (Kemendag)

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) menegaskan, harga barang kebutuhan pokok (bapok) secara nasional relatif stabil menjelang Idulfitri 1447 Hijriah dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Kesiapan Menjelang Idulfitri di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian RI (Lemdiklat Polri), Jakarta, Senin, (2/3/2026). (Kemendag)

FAKTUAL INDONESIA: Kabar sejuk bagi masyarakat Indonesia yang tengah bersiap menyambut Idulfitri 1447 Hijriah. Menteri Perdagangan Budi Santoso, yang akrab disapa Mendag Busan, memastikan bahwa harga barang kebutuhan pokok (bapok) secara nasional berada dalam kondisi relatif stabil dan pasokan terjaga dengan aman.

Kepastian ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Lemdiklat Polri, Senin (2/3/2026), yang juga dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Rakor turut dihadiri sejumlah menteri, pimpinan lembaga, Polri, serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Hadir mendampingi Mendag Busan, yaitu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal S. Shofwan.

Minyakita Turun Harga

Salah satu sorotan utama adalah pergerakan harga minyak goreng rakyat, Minyakita. Mendag Busan mengungkapkan adanya tren penurunan harga dalam satu bulan terakhir.

Meskipun Harga Eceran Tertinggi (HET) dipatok di angka Rp15.700 per liter, beberapa daerah seperti Lampung bahkan sudah berhasil menjual di bawah HET, yakni Rp15.400. Walau masih ada tantangan distribusi di wilayah seperti Papua Tengah, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan pemasok agar harga merata.

Advertisement

Ia juga menambahkan, perbedaan harga antardaerah umumnya berkaitan dengan faktor distribusi. Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan pemasok dan distributor.

Terkait kelancaran distribusi menjelang arus mudik, Kemendag telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk melakukan pembinaan dan penertiban pasar tumpah di beberapa titik. Imbauan penataan pasar tumpah juga telah disampaikan kepada dinas yang membidangi perdagangan daerah untuk mendukung kelancaran distribusi barang.

“Kami terus berkoordinasi agar pasokan tersalurkan dengan baik ke berbagai daerah. Kami juga menyampaikan imbauan kepada dinas untuk memperhatikan pasar-pasar tumpah di berbagai titik di jalur mudik,” kata Busan.

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Lebaran, Kemendag telah menggelar rapat koordinasi pada 29 Januari 2026 bersama pemerintah daerah, dinas terkait, para pemasok, dan distributor. “Dari hasil rapat tersebut, kami ketahui kebutuhan pokok dan pasokan terjamin. Tidak ada masalah dengan ketersediaan barang untuk Ramadan dan Idulfitri,” ujar Busan.

Selain memastikan ketersediaan, pemerintah juga memantau langsung ke pasar rakyat untuk memberikan dampak psikologis yang positif terhadap pasar dan konsumen. “Kunjungan mendadak ke pasar secara psikologis dapat memengaruhi pedagang untuk tetap menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan terjamin,” katanya.

Advertisement

Di sisi lain, Kemendag juga bersinergi dengan asosiasi ritel dan pusat perbelanjaan melalui program Friday Mubarak dan Gerakan Belanja di Indonesia Aja. “Program ini memberikan diskon di minimarket dan toko serba ada (department store) untuk menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan,” jelasnya.

Busan juga mengharapkan peran Kepolisian Republik Indonesia dalam memperkuat kolaborasi menjaga stabilitas menjelang Idulfitri. “Kami mengharapkan kita dapat bersama-sama menjaga pasar agar kondusif, mengedepankan pendekatan persuasif kepada pelaku usaha, serta memperkuat pengawasan distribusi pangan agar harga dan pasokan tetap terkendali,” pungkas Busan.

Sementara dalam paparannya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan, pengendalian harga pangan menjelang Idulfitri menjadi fokus utama pengamanan nasional. Ia menyatakan, jajaran Satuan Tugas Pangan di pusat dan daerah telah diperintahkan untuk mengawasi distribusi dan ketersediaan bahan pokok guna mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.

“Kami pastikan Satgas Pangan bergerak aktif melakukan pengawasan. Tidak boleh ada praktik penimbunan, spekulasi, atau permainan harga yang merugikan masyarakat,” ujar Listyo.

Menurutnya, langkah Kepolisian tidak hanya bersifat penindakan, tetapi juga pencegahan melalui koordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Monitoring pasar dan jalur distribusi dilakukan secara berkala untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini. “Strategi kami adalah deteksi dini dan respons cepat. Jika ada indikasi kenaikan harga di luar batas toleransi atau gangguan distribusi, kami akan segera bertindak agar stabilitas tetap terjaga,” tambahnya. ***

Advertisement

Exit mobile version