Ekonomi

Penempatan Pekerja Migran di Fiji, Wamen Christina Dorong Optimalisasi MoU Bidang Pariwisata Indonesia

Published

on

Jajaki Peluang Penempatan Pekerja Migran Indonesia, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani melakukan pertemuan daring dengan Duta Besar RI untuk Fiji (merangkap Kiribati, Nauru, dan Tuvalu), Dupito Dharma Simamora

Jajaki Peluang Penempatan Pekerja Migran Indonesia, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani melakukan pertemuan daring dengan Duta Besar RI untuk Fiji (merangkap Kiribati, Nauru, dan Tuvalu), Dupito Dharma Simamora. (KemenP2MI)

FAKTUAL INDONESIA: Menjajaki peluang penempatan pekerja migran Indonesia di Republik Kepulauan Fiji, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani mendorong optimalisasi kerja sama yang telah terjalin melalui nota kesepahaman (MoU) Bidang Pariwisata antara Indonesia dan Fiji yang ditandatangani pada tahun 2023.

Kerja sama itu, lanjut Wamen Christina, bisa diperluas melalui program pelatihan, pertukaran informasi, hingga skema on the job training bagi siswa vokasi, khususnya di bidang pariwisata dan hospitality.

Selain optimalisasi kerja sama itu, Christina juga memandang perlu melakukan pemetaan lebih lanjut terkait kebutuhan riil di lapangan dalam penempatan pekerja migran Indfonesia di Fiji.

“Kita melihat peluang untuk penempatan tenaga kerja profesional di sektor hospitality cukup terbuka. Namun, perlu pemetaan lebih lanjut terkait kebutuhan riil di lapangan, termasuk standar kompetensi dan besaran upah yang ditawarkan,” katanya usai pertemuan daring dengan Duta Besar RI untuk Fiji (merangkap Kiribati, Nauru, dan Tuvalu), Dupito Dharma Simamora, Rabu (15/4/2026).

Christina selain menjajaki peluang penempatan pekerja migran Indonesia profesional sektor hospitality di Fiji juga ke kawasan Pasifik. Dia menyoroti potensi kebutuhan tenaga kerja profesional di sektor pariwisata dan hospitality di Fiji, seperti chef, manajer hotel, hingga tenaga terampil lainnya.

Advertisement

“Kami melihat peluang untuk mengembangkan kerja sama pelatihan dan magang bagi siswa SMK maupun politeknik pariwisata, sehingga mereka memiliki pengalaman kerja internasional sebelum masuk ke pasar kerja global,” jelasnya seperti dilansir laman KP2MI.

Di sisi lain, Christina juga menyoroti pentingnya penguatan pelindungan bagi awak kapal perikanan (ABK) Indonesia di kawasan Pasifik, mengingat Fiji menjadi salah satu titik persinggahan kapal-kapal perikanan internasional.

“Kami mendorong adanya kerja sama yang lebih kuat, termasuk kemungkinan MoU terkait Pelindungan ABK, mengingat masih adanya potensi kerentanan pekerja akibat proses rekrutmen yang tidak transparan,” ungkap Christina.

Ia berharap, peluang kerja sama dengan Fiji ini menjadi model awal yang nantinya bisa direplikasi di negara-negara Pasifik lainnya.

“Kami berharap penjajakan ini dapat menghasilkan langkah konkret, baik pembukaan akses kerja bagi pekerja migran profesional maupun penguatan pelindungan bagi pekerja migran Indonesia di kawasan tersebut,” pungkasnya. ***

Advertisement

Exit mobile version