Ekonomi
Pasar Keuangan Bergelora! Rupiah Perkasa dan IHSG Terbang Tinggi Dipicu Gencatan Senjata Amerika – Iran

Gencatan senjata Amerika dan Iran memicu kegairahan pada pasar keuangan Indonesia dengan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak menguat Rabu (8/4/2026)
FAKTUAL INDONESIA: Pasar keuangan Indonesia bergelora seiring meredanya tensi geopolitik global menyusul tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, Rabu (8/4/2026). Nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak ditutup menguat tajam.
Baik rupiah maupun IHSG sudah menguat sejak pembukaan perdagangan valuta asing dan saham serta perkasa terus bertahan sehingga tidak tergelincir dipenutupan perdagangan Rabu sore.
Rupiah Masih di Atas Rp17.000
Setelah sehari sebelumnya terkapar begitu dalam maka Rabu ini rupiah sudah tancap gas menguat sejak pembukaan perdagangan mata uang asing. Pada pembukaan, rupiah dibuka menguat 120 poin atau 0,70 persen menjadi Rp16.985 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.105 per dolar AS.
Kurs rupiah meskipun sempat goyah namun tetap mampu bertahan menguat menguat 93 poin atau 0,54 persen menjadi Rp17.012 per dolar AS pada penutupan perdagangan.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp17.009 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.092 per dolar AS.
Meskipun menguat namun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih di atas Rp17.000. Ini membuat rupiah masih harus berjuang untuk lepas dari level psikologis itu.
Sentimen utama penguatan ini adalah merosotnya indeks dolar AS (DXY) setelah Presiden Donald Trump menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran. Berkurangnya risiko perang membuat investor kembali melirik mata uang negara berkembang seperti Indonesia.
Proyeksi Rupiah Kamis
Penguatan rupiah seiring melemahnya indeks dolar AS dan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
“Rupiah sore ini ditutup menguat 93 poin di level Rp17.012 dari penutupan sebelumnya Rp17.105, sebelumnya sempat menguat 115 poin,” ujar Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi, Rabu (8/4/2026), seperti dilansir Periskop.
Dari eksternal, sentimen positif datang setelah Presiden AS Donald Trump menyetujui gencatan senjata dengan Iran. Dalam pernyataannya, Trump menyebut akan menangguhkan aksi militer selama dua minggu setelah mengklaim tujuan utama militer telah tercapai.
Meredanya ketegangan ini menurunkan premi risiko di pasar energi dan mendorong pelemahan dolar AS. Meski demikian, pelaku pasar masih menantikan rilis data inflasi AS (CPI) bulan Maret pada Jumat, yang diperkirakan menunjukkan kenaikan akibat lonjakan harga energi, sehingga berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Dari dalam negeri, sentimen turut ditopang oleh kinerja fiskal yang solid. Realisasi pendapatan negara hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5% secara tahunan (yoy), setara 18,2% dari target APBN 2026 sebesar Rp3,15 kuadriliun.
“Untuk perdagangan Kamis, mata uang rupiah diperkirakan akan fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.010-Rp17.040,” tutup Ibrahim.
IHSG Terbang Tinggi
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melonjak drastis 308,18 poin atau 4,42 persen ke level 7.279,21.
IHSG juga sudah tampil meyakinkan sejak pembukaan ketika dibuka menguat 191,38 poin atau 2,75 persen ke posisi 7.162,41. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 22,61 poin atau 3,22 persen ke posisi 724,27.
Sepanjang hari, indeks bergerak nyaman di zona hijau dengan level tertinggi menyentuh 7.281,86.
Saat penutupan IHSG mantap di zona hijau ketika ditutup tambah menguat menjadi 308,18 atau 4,42 persen ke posisi 7.279,21. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 31,96 poin atau 4,55 persen ke posisi 733,62.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.429.228 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 43,00 miliar lembar saham senilai Rp22,62 triliun. Sebanyak 623 saham naik, 101 saham menurun dan 95 tidak bergerak nilainya.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor menguat dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 8,86 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor industri yang masing-masing naik sebesar 5,85 persen dan 5,63 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu FWCT, KUAS, RMKO, ROCK, dan SOTS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni GSMF, ESIP, CBPE, PTSP dan WIDI.
Performa gemilang ini dipicu oleh optimisme investor terhadap perdamaian di Timur Tengah yang memberikan napas lega bagi pasar aset berisiko.
Proyeksi IHSG Kamis
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang seperti dilansir Kontan, menilai penguatan IHSG dipicu optimisme atas gencatan senjata serta penurunan tajam harga minyak mentah. “IHSG rebound dipicu optimisme gencatan senjata dan koreksi signifikan harga minyak,” katanya.
Ia mencatat, harga minyak mentah dunia mengalami koreksi cukup dalam, dengan WTI turun sekitar 15% ke level US$ 95 per barel dan Brent melemah lebih dari 13% ke kisaran US$ 94 per barel.
Dari sisi teknikal, Alrich menyebut indikator menunjukkan potensi penguatan lanjutan. Histogram MACD bergerak positif, volume beli meningkat, serta stochastic RSI mengindikasikan tren bullish. IHSG juga telah menembus MA5 dan MA20.
“Dengan kondisi tersebut, IHSG berpotensi menguji resistance di kisaran 7.300-7.350,” imbuhnya.
Alrich memperkirakan level support IHSG berada di 7.200 dengan pivot di 7.300 dan resistance di 7.400.
Untuk perdagangan Kamis (9/4/2026), Alrich merekomendasikan saham BBNI, BBCA, UNVR, ISAT, dan ASII sebagai pilihan utama. ***