Ekonomi
Menparekraf Sandiaga Uno: Kampung Agrinex Banten, Solusi Hadirkan Lapangan Pekerjaan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menghadiri peresmian Kampung Agrinex Ecotourism, yang berada di Desa Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Rabu (22/12/2021).
FAKTUAL-INDONESIA: Kampung Agrinex Ecotourism di Desa Cikeusik, Pandeglang, Banten, resmi hadir menjadi destinasi wisata. Kehadirannya perlu didukung dan dipersiapkan secara all out sebagai destinasi unggulan yang dapat menarik minat wisatawan.
Demikian dikemukakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno saat menghadiri peresmian kampung tersebut, Rabu.
Apalagi, kata Menparekraf Sandiaga Uno, kehadiran Kampung Agrinex Ecotourism bisa menjadi salah satu solusi dalam menghadirkan lapangan kerja melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Kampung Agrinex Ecotourism perlu didukung dan dipersiapkan secara all out sebagai destinasi unggulan yang dapat menarik minat wisatawan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.
Disebutkan, saat ini pemerintah tengah memperkuat aksesibilitas dari Jakarta ke Tanjung Lesung (Banten) dengan membangun jalan tol Serang-Panimbang sepanjang 84 kilometer. Dengan itu, diharapkan destinasi yang ada di sekitarnya seperti Kampung Agrinex akan memperoleh manfaat peningkatan ekonomi.
“Alhamdulillah sekarang Kampung Agrinex sudah memproduksi 80 persen dari jenis buah yang kita tanam. Jadi kita tanam lebih dari 57 jenis buah dari seluruh Indonesia, dan alhamdulillah tumbuh subur dan menghasilkan buah dengan kualitas yang baik,” ujar Menparekraf.
Nantinya, akan dibangun ruang serbaguna yang difungsikan sebagai ruang rapat hingga acara pernikahan. “Saya yakin dengan ekonomi digital kita bisa perluas peluang ekonomi masyarakat khususnya Cikeusik dan Pandeglang,” kata Sandiaga.
Destinasi tersebut didirikan PT. Kampung Agrinex Farm yang dipimpin oleh Rifda Ammarina dengan luas lahan sebesar 27 hektar dan ditanami 57 jenis tanaman buah. Karena tanahnya sangat subur, produk yang dihasilkan disebut memiliki kualitas baik dan harganya terjangkau.
Lebih lanjut, Kampung Agrinex juga dilengkapi berbagai sarana seperti rumah-rumah panggung, kafe, restoran, vila, bumi perkemahan, masjid, dan pesantren tahfiz yang melengkapi kawasan tersebut.
Adapun Rifa Ammarina mengemukakan bahwa Kampung Agrinex 100 persen berbasis lingkungan dengan membiarkan sampah bekas makanan buah dimasukkan ke dalam tanah agar tak menambah beban sampah lingkungan.
Selain itu daun-daun yang berguguran tidak pernah disapu, tetapi dimanfaatkan sebagai humus untuk tanaman. ***